Cegah Disintegrasi Bangsa, Perlu Adanya Komitmen Kebangsaan di Sulut

Suasana Rapat Kerja Tahunan Jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulut

MENARAnews, Manado (Sulut) – Kepala BIN Daerah (Kabinda) Sulawesi Utara (Sulut) Hendrawan diundang memberikan materi dalam Rapat Kerja Tahunan Jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, di Swiss bell Hotel Maleosan Manado, Kamis (9/3/2017).

Dalam paparannya Hendrawan mengatakan bahwa penyebab utama potensi disintegrasi bangsa adalah karena kita sebagai bangsa telah menyeleweng dari komitment kebangsaan. Komitment Kebangsaan yang dimaksud dalam materinya telah kita kenal sebagai 4 (empat) pilar kebangsaan yaitu: Pancasila, Undang-undang Dasar (UUD) 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta semua turunan dari komitment tersebut berupa undang-undang, peraturan, bahkan kesepakatan baik yang tertulis maupun tidak tertulis.

Kerawanaan terjadinya disintegrasi terdiri beberapa faktor dan setiap faktor tidaklah berdiri sendiri namun saling berkaitan satu sama lain atau interdependensi, faktor-faktor tersebut antara lain: idiologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan dan keamanan (Hankam). Pada tataran praktis dan pragmatis banyak diantara kita yang menyeleweng dari komitment kebangsaan seperti melanggar aturan lalu lintas dan sebagainya.Sebagian dari kita memandang sepele bahwa aturan memang untuk dilanggar padahal tidak hanya sesederhana itu, pelanggaran terhadap peraturan adalah juga pelanggaran terhadap komitment karena undang-undang atau peraturan lalu lintas sesungguhnya adalah komitment yang telah kita buat melalui perwakilan kita di DPR dan Eksekutif yang telah kita pilih melalui Pemilu maupun Pilkada.Sehingga pelanggaran undang-undang atau peraturan lalu lintas termasuk juga penyelewengan kita terhadap komitment yang kita buat sendiri.

Sedangkan komitment kebangsaan yang lain seperti konsep Negara bangsa (nation state),Indonesia adalah negara yang pembentukannya didasarkan pada semangat kebangsaanatau nasionalisme yaitu pada tekad suatu masyarakat untuk membangun masa depan bersama di bawah satu negara yang sama walaupun warga masyarakat tersebut berbeda-beda agama, ras, etnik, atau golongannya. Komitment yang telah diperjuangkan oleh semua pemuda Nusantara sejak tahun 1928 mulai dari Jong Java, Jong Celebes, Jong Sumatra, Jong Ambon, Jong Minahasa dan sebagainya untuk menjadi satu Bangsa, satu Bahasa dan satu Tanah Air Indonesia.

“Kepada jajaran Kanwil Agama Sulut dan kaum agamawan umumnya, agar menghindari fanatisme sempit, dan sebaliknya bisa menjadikan perekat dan kerukunan untuk memperkuat kebangsaan dan kebhinekaan secara umum di Indonesia dan di Prov. Sulut khususnya”  demikian tutupnya. (AP)

 

Comments
Loading...