Bupati Kapuas Ingatkan Kepsek, Pengawas Sekolah dan Penilik Sekolah

Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat memberikan ucapan selamat kepada pejabat kepala sekolah, pengawas sekolah dan penilik sekolah yang dilantik

MENARAnews, Kuala Kapuas (Kalteng) – Bupati Kabupaten Kapuas Ben Brahim S Bahat mengingatkan kepada pejabat kepala sekolah, pengawas sekolah dan penilik sekolah agar melaksanakan tugas sesuai lingkup kewenangannya dan jangan pernah sekali-sekali menyalahgunakannya.

“Karena hal itu dapat menyebabkan kita tersangkut dengan urusan hukum, dan konsekuensi yang akan diterima sudah jelas, kita dapat dijatuhi hukuman disiplin atau bahkan kehilangan status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN),” katanya saat melantik pejabat struktural, kepala sekolah, pengawas sekolah dan penilik sekolah, Kamis (23/3/2017) siang.

Pelantikan yang berlangsung di aula Kantor Pemkab Kapuas itu dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan organisasi, pengembangan karir dan sebagian mengisi jabatan lowong dimana Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan menduduki jabatan wajib mengucapkan sumpah/janji dan pelantikan.

“Hal ini dimaksudkan untuk melegalistaskan aparatur sipil negara dalam melaksanakan tugasnya. Semua ini dilakukan sebagai proses kaderisasi dan sarana pembelajaran membentuk ASN yang siap serta memiliki tingkat kompetensi yang menunjang pada setiap jabatan,” ujar Ben Brahim.

Karena itu, ia menginginkan pejabat yang dilantik agar memahami bahwa pelantikan tersebut bukan suatu tujuan tetapi merupakan sarana pengembangan diri dalam rangka mewujudkan perkembangan serta kemajuan unit kerja dan daerah.

“Penugasan saudara-saudara dalam jabatan merupakan sesuatu kepercayaan dari atasan, pemerintah, masyarakat dan juga yang paling utama adalah dari Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu kita hendaknya bisa mengemban kepercayaan ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalteng itu juga mengingatkan kepada pejabat yang dilantik, bahwa dalam bekerja dan melaksanakan tugas akan selalu dinilai oleh atasan maupun oleh masyarakat, reward and punishment akan menjadi pilihan, semua itu tergantung dari cara mereka menjalankan kepercayaan tersebut.

“Apabila tidak bekerja dengan sungguh-sungguh dan menganggap bahwa kita yang perlu dilayani masyarakat, maka punish-lah yang akan kita terima karena pada hakekatnya bahwa sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, kita yang harus melayani sesuai dengan tugas wewenang masing-masing,” tegas Ben Brahim. (kontributor)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...