Bupati Irna Ajak Masyarakat Kawal Proyek Strategis Di Kabupaten Pandeglang

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Proyek strategis yang akan dibangun di Kabupaten Pandeglang merupakan langkah yang tepat agar Kabupaten Pandeglang terlepas dari daerah tertinggal. Dengan adanya proyek tersebut, dimungkinkan PAD Pandeglang akan meningkat dan akan diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, seluruh pihak harus mengawal proses pembangunan proyek-proyek tersebut.

“Proyek strategis di Kabupaten Pandeglang harus dikawal, belum banyak perubahan yang bisa dilihat langsung karena perubahan memerlukan waktu yang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi intinya, Pemkab Pandeglang memiliki komitmen yang jelas untuk berkontribusi untuk NKRI dengan membuat Pandeglang ke depan bukan hanya di sektor Pendidikan yang maju tetapi juga perekonomian dan sektor lainnya”, tutur Bupati Pandeglang Irna Narulita. (24/03/2017)

Dalam rangka mewujudkan kelancaran pembangunan proyek tersebut, Bupati Irna mengaku sering berkunjung ke kementerian terkait. “Dalam waktu 2 bulan ini ibu roadshow terus ke kementerian-kementerian yang terkait dengan proyek strategis yang ada di Kabupaten Pandeglang”, ungkapnya.

Ia menjelaskan, Proyek pertama adalah Tol Serang-Pandeglang, Pemkab meminta 5 pintu tol tapi baru disetujui 3 pintu tol, yakni di Kecamatan Bojong, Kecamatan Pagelaran, dan Kecamatan Panimbang. Proyek ini perlu juga dikawal karena saat ini tol Serang-Pandeglang sedang dalam pembebasan lahan sehingga Kabupaten Pandeglang semakin maju.

Proyek kedua, tambah Irna, pembangunan Bandara Banten Selatan yang sempat dicoret dalam Proyek Nasional karena Pemerintah Daerah dinilai terlambat mengusulkan lahannya. Atas bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup, Pemkab Pandeglang kemudian menemukan lahan Perhutani untuk dibangun Bandara.

“Bandara Banten selatan yang kemarin sempat dicoret dalam Proyek Nasional karena Pemerintah Daerah katanya telat mengusulkan lahannya karena masalah lahan adalah urusan bupati jadi kami cari kesana kemari, ketemulah di pekutani ya mudah-mudahan ini ikhtiar kita bersama sebagaimana Pandeglang lebih maju lagi”, terangnya.

Keberadaan Bandara nantinya akan membuat Pandeglang semakin maju, apalagi ditambah dengan reaktivasi jalur kereta api yang sudah hampir 20 tahun tidak berfungsi dengan baik. Jadi perlu ada kondusifitas daerah sehingga apabila ada aspirasi yang mau disampaikan, sebaiknya mengedepankan dialog atau beraudiensi.

“Bayangkan kalau ada bandara umum di Kabupaten Pandeglang sehingga kemajuan yang sangat luar biasa. Belum lagi revitalisasi Kereta Api yang sudah hampir 20 tahun tidak berfungsi dengan baik. Jadi perlu ada kondusifitas daerah ya, dan apabila ada aspirasi yang mau disampaikan di tengah jalan, alangkah eloknya kalau kita bisa berdialog mempermantap hati, dalam ruangan kita bisa beraudiensi. Kalau ada temen-teman yang ingin menyampaikan aspirasi kepada bupati, yuk kita duduk bareng di dalam ruangan supaya kondusifitas daerah itu sangat menentukan”, pungkas Irna.

Selanjutnya, proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung yang harus memiliki regulasi yang kuat agar Pandeglang tetap tertata dengan baik dan bermartabat sehingga kearifan lokal Pandeglang tetap terjaga.

“Kawasan Ekonomi Khusus, ada yang menyampaikan jangan digadaikan Tanjung Lesung, siapa yang mau gadaiin? Kadang-kadang kita duduk bareng satukan persepsi, Pandeglang ini sudah ditunjuk dan ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebagai Kawasan Ekonomi Khusus tapi hrus juga kita punya regulasi yang kuat supaya Pandeglang ini tetap tertata dengan baik, bermartabat. Peradaban boleh maju tapi hal-hal yang sifatnya sebagai Kota Ulama, Kota Santri harus kita jaga”, tegasnya.

Pelabuhan Perdagangan di Panimbang, kata Irna, harus dikawal karena pelabuhan tersebut akan hidup, tidak hanya melalui darat tapi juga ada alternatif melalui udara atau melalui laut. Ditambah lagi Pelabuhan Perikanan di Labuan dan Tol Laut di Cikeusik. Jadi ada perdagangan bilateral dan regional karena perdagangan hasil tambang dan hasil bumi dapat dilakukan melalui laut.

“Belum lagi kita punya pelabuhan Perdagangan di Panimbang. Nah ini harus dikawal juga lokasinya ada di Panimbang. Pelabuhan perdagangan ini akan hidup, tidak hanya lewat darat tapi juga ada alternatif melalui udara atau melalui laut. Jadi ada Pelabuhan Perdagangan di Panimbang, Pelabuhan Perikanan di Labuan, dan insyaAllah terakhir ada Tol Laut di Cikeusik. Jadi ada perdagangan bilateral dan regional”, tutup Irna. (IY)

Comments
Loading...