BPBPK Kalteng Simulasi Pemadaman Api Dengan Alat Canggih

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Sebagai persiapan dalam menghadapi situasi dan kondisi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di tahun 2017. Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalteng melakukan simulasi pemadaman api, Jum’at (31/03) di Jl. Gobos XI Kota Palangka Raya.

Simulasi sekaligus pelatihan pemadaman api yang di ikuti 43 orang petugas baik dari BPBD Kabupaten dan Kota, Damkar Kota, TSAK, Manggala Agni, TNI dan Polri tersebut dilakukan dengan menggunakan alat pemadam api dengan teknologi cukup canggih yakni campuran atau kombinasi air dan busa.

Kepala BPBPK Kalteng Syahril Tarigan menjelaskan, satu unit alat pemadam api khusus lahan gambut yang dikirim langsung dari Pemerintah Pusat ke tujuh Provinsi se Indonesia seperti Provinsi Sumatra, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat termasuk Kalimantan Tengah.

“Spesifikasi alat ini, mampu memadamkan api di lahan gambut. Karena teorinya jika lahan gambut yang terbakar diselimuti dengan busa tersebut, akan memutus oksigen masuk ke dalam lahan gambut sehingga api yang berada di lahan gambut yang tidak tersiram akan ikut pada,” jelas Syahril Tarigan.

Berdasarkan hasil pengalaman yang dirasakan selama ini ketika memadamkan api dilahan gambut lanjutnya, ketika permukaan lahan atau tanah gambut disemprot dengan air, apinya akan padam, tapi asapnya tetap muncul. Bahkan keesokan harinya di tempat yang sama akan muncul kembali api.

Meski sudah mendapatkan alat yang cukup canggih dari Pemerintah Pusat, akan tetapi alat yang sudah tersedia di Pemerintah Provinsi Kalteng saat ini tetap akan digunakan pada situasi-situasi tertentu.

Disisi lain, Instruktur Teknikal BNPB Pusat, Handoko menyampaikan, nama alat yang digunakan tepatnya adalah pompa pemadam kebakaran lahan dan hutan yang dikombinasikan antara air dan busa yang ramah dengan lingkungan meski terkena pohon dan tanaman lainnya.

“Karena bahannya sangat ramah lingkungan. Kedua kenapa menggunakan busa?, itu digunakan untuk menekan munculnya asap yang terlalu berlebihan atau istilahnya kompres ardium sistem, atau drop in unit atau istilah reaksi cepat, dan lain-lain,” tutup Handoko.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...