Ratusan Rumah Di Mukomuko Terendam Banjir

MENARAnews, Kab. Mukomuko (Bengkulu) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko tetapkan status bencana alam banjir setelah ratusan rumah di daerah tersebut terendam luapan air Sungai Selagan, Selasa dini hari (07/03/2017).

Kepala BPBD Mukomuko, Ramdani, menyampaikan, tingginya curah hujan yang mengguyur daerah tersebut mengakibatkan banjir di sekitar 144 rumah di tiga kecamatan yaitu Kota Mukomuko, Teras Terunjam, dan XIV Koto.

“Kita pagi tadi langsung turun meninjau ke lapangan bersama bupati di beberapa titik banjir khususnya di Kota Mukomuko, sementara untuk kecamatan lain terlapor dari Desa Pondok Kopi (Teras Terunjam) dan SP 10 (XIV Koto),” ungkapnya.

Dari ketiga kecamatan tersebut terdata sekitar 30 rumah di Kota Mukomuko meliputi Desa Ujung Padang, Kelurahan Bandarratu, hingga Danau Nibung.

Sementara untuk Kec. Teras Terunjam, banjir menggenang sekitar 73 rumah warga di Desa Pondok Kopi. Bahkan banjir ini mengakibatkan terjadinya kemacetan kenderaan roda empat dan roda enam di Jalan Provinsi Penarik-Lubuk Pinang.

“Terbanyak di Desa Pondok Kopi, bahkan banjir menimbulkan kemacetan di jalan provinsi yang ada disitu, tapi pukul 3 sore tadi sudah lancar lagi, kalau untuk di SP 10 Kec. XIV Koto itu terpantau sekitar 41 rumah terendam,” jelasnya.

Ia menjeleskan, tingginya curah hujan menjadi penyebab meluapnya air Sungai Selagan. Selain itu, setelah dilakukan peninjauan di beberapa titik banjir, permasalahan drainase juga menjadi faktor penyebabnya.

Menurutnya, permasalahan drainase ini seperti pendangkalan dan penyumbatan sistim drainase perlu segera diselesaikan dengan melakukan pengerukan.

“Kita akan berkoordinasi dengan Dinas PU agar permasalahan drainase ini segera diselesaikan, ini saya rasa menjadi faktor yang sangat krusial, dimana di beberapa titik yang sebelumnya tidak terdampak banjir sekarang menjadi terendam akibat permasalahan kecil yang terbiarkan,” ujarnya.

Selain rumah-rumah warga, banjir juga menggenang beberapa fasilitas umum seperti hotel, rumah sakit, dan sekolah-sekolah.

“Kita sudah tetapkan status bencana, selanjutnya menunggu intruksi Bupati apakah akan ditingkatkan menjadi darurat atau tidak, kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati karena diperkirakn dua hari kedepan curah hujan masih tinggi, khususnya masyarakat nelayan,” pungkasnya (AL)

Comments
Loading...