BPBD Kalteng Pastikan Logistik Bantuan Korban Banjir Sudah Tersalurkan

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng memastikan, Logistik Bantuan Bencana korban banjir di beberapa Kabupaten di wilayah Kalimantan Tengah sudah tersalurkan. Hanya saja pembagian logistik tidak merata tergantung kondisi di masing-masing Kabupaten.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BPBD, Kalteng Syahril Tarigan, bahwa pendistribusian logistik yang tidak merata selain kondisi di masing-masing Kabupaten berbeda, juga dikarenakan stok logistik di Kabupaten yang terkena bencana banjir sudah menipis.

“Daerah juga sudah ada mengalokasikan bantuan, ditambah bantuan yang disalurkan dari Provinsi. Ada delapan Kabupaten saat ini yang mengalami bencana banjir,” ujar Syahril Tarigan kepada Menaranews.com, Rabu (08/03) di Palangka Raya.

Delapan Kabupaten yang dimaksud yakni, Kabupaten Kotawaringin Barat, Lamandau, Kotawaringin Timur, Barito Utara, Kapuas, Katingan, dan Kabupaten Seruyan. Dirinya mengakui saat pendistribusian tentu ada kendala di lapangan.

Namun sejauh ini pendistribusian bantuan dari teman Kabupaten seperti makanan siap saji, makanan tambahan gizi, perlengkapan seperti kebutuhan keluarga, pakaian, selimut dan lain-lain sudah disalurkan kepada masyarakat yang terkena musibah.

“Pemerintah Daerah juga sudah menyurati Pemerintah Pusat untuk meminta tambahan logistik, karena stok yang dikirimkan saat ini merupakan stok di tahun 2016. Untuk 2017 masih belum kita terima,” jelasnya menambahkan.

Dia menginformasikan, kondisi banjir diperkirakan akan terjadi sampai dengan bulan April 2017 nanti. Sehingga penambahan stok logistik tahun ini sangat diperlukan sekali untuk mengantisipasi kekurangan stok bantuan yang akan disalurkan.

Kondisi saat ini, wilayah Kalimantan Tengah khususnya masih berada di puncak musim penghujan. Berdasarkan informasi data yang dihimpun pihak BPBD Kalteng dari sejumlah Instansi,bahwa  masih banyak logistik terutama beras dari Pemerintah Daerah yang belum tersalurkan.

“Karena beras bisa disalurkan ke Kabupaten/Kota yang terkena bencana banjir jika status siaga meningkat menjadi status tanggap. Dan ini kita juga meminta ke masing-masing Kabupaten untuk menigkatkan status siaga menjadi tanggap,” tutupnya.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...