Bela Negara Dimula dari Hal Sederhana

Membeli Produk Lokal Juga Bagian Bela Negara

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Upaya bela negara bukan berarti lebih pada pemahaman angkat senjata. Namun saat ini penguatan bela negara dapat dilakukan  dalam berbagai bidang kehidupan salah satunya di bidang ketahanan ekonomi.

“Membeli produk dalam negeri serta  bangga akan produk-produknya , termasuk lebih memprioritaskan uang rupiah dalam berbagai aktifitas kehidupan, merupakan salah satu wujud dari bagian bela negara. Ini salah satu dari isu yang kita angkat,” ungkap Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas), Kota Palangka Raya, Januminro, saat melaksanakan kegaitan sosialisasi terkait produk dalam negeri, Jumat (10/3).

Kata Janu, kegiatan sosilalisasi maupun penguatan bela negara selama ini bagi Kesbangpolinmas Kota Palangka Raya,  telah menjadi kegiatan rutin digelar, karena itu pemahaman lebih mendalam tentang hal bela negara tersebut akan lebih diperluas lagi, terutama yang berkaitan dengan pemikiran bela negara melalui ketahanan ekonomi.

Dijelaskannya, saat ini tengah menguatnya pasar bebas atau masyarakat ekonomi Asean (MEA) sehingga arus global melalui produk-produk luar mulai merambah  ke Indonesia. Hal tersebut tanpa disadari menjadi ancaman bagi produk-produk dalam negeri. Sebab itu sebagai warga negara harus mengutamakan persaingan dengan lebih memenangkan produk dalam negeri.

“Dengan cara begitu setidaknya akan berimbas positif terhadap penguatan ekonomi masyarakat serta ketahanan ekonomi bagi suatu negara pada umumnya dan ekonomi suatu daerah  pada khususnya,” cetus Janu.

Sementara itu, Komandan Distrik Meliter (Dandim) 1016/Plk, Letkol Czin Alfius Navirinda Krisdayanto yang didaulat memberikan materi pada kegiatan sosilalisasi tersebut menekankan kepada peserta tentang pentingnya nilai-nilai bela negara saat ini, mengingat banyaknya berbagai konflik dari berbagai belahan dunia.

Perlu diketahui 70 persen terjadinya konflik di belahan dunia selalu terkait dengan ketahanan energi, ketahanan pangan, perang ekonomi bahkan perpolitikan, yang mau tidak mau atau senang tidak senang akan dialami setiap negara.

“Dalam kondisi tersebut, pengaruh dari negara luar akan dapat memperparah situasi suatu bangsa. Sebab itu tanpa adanya upaya teguh bela negara, maka akan membawa sisi yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa,” bebernya.

Dalam kondisi tersebut tambah dia, maka setiap warga negara perlu memiliki pemahaman yang kuat akan kewajiban sebagai warga negara yaitu bersama-sama menjaga keutuhan hidup berbangsa, terlebih  turut serta dalam mewujudkan pembangunan di masyarakat dalam berbagai bidang, baik ekonomi, sosial dan budaya.(AF)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...