Baru Keluar dari Tahanan, Siwaji Raja Ditangkap Lagi

MENARAnews, Medan (Sumut) – Siwaji Raja dibebaskan dari tahanan Polrestabes Medan. Menyusul dimenangkannya pra peradilannya yang membuktikan Siwaji Raja tidak terlibat dalam kasus pembunugan Indra Gunawan alias Kuna, Januari lalu.

Namun, beberapa saat menghirup udara segar, Siwaji Raja ditangkap kembali. Padahal para kerabat dan kuasa hukumnya sudah menunggu sejak kemarin. Saat baru keluar, Siwaji Raja disambut keluarga dan kerabatnya. Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia itu pun dikalungi sesuatu berupa syal warna merah. Saat diwawancara beberapa awak media, Siwaji mengaku senang. Namun dia tak berkomentar banyak.

“Tanya pengacara saya saja,” kata pria yang kini berjanggut itu sambil berjalan menuju pintu gerbang Polrestabes Medan, Selasa (14/03/2017).

Selang beberapa langkah dia keluar dari gerbang, beberapa petugas berpakaian preman menghadangnya.

“Saya bawa surat penangkapan untuk bapak lagi,” katanya sambil mengambil amplop cokelat dari kantong belakangnya. Kericuhan pun tak terelakkan antara polisi dan pihak keluarga. Surat penangkapan itupun belum sempat dibacakan.

Petugas berpakaian kembali menarik Siwaji Raja kembali ke dalam kompleks Polrestabes Medan.  Di tengah kericuhan itu, sejumlah petugas memiting Siwaji Raja. Mereka langsung membawa pengusaha tambang itu ke Rumah Tahanan Polisi (RTP).  Polisi belum menjelaskan alasan penangkapan kembali itu.

Ketua tim kuasa hukum Siwaji Raja, Julheri Sinaga pun mengaku belum mendapat pemberitahuannya. Seperti diberitakan, permohonan Siwaji Raja alias Raja, salah seorang tersangka pembunuhan berencana terhadap pengusaha softgun, Indra Gunawan alias Kuna, dikabulkan hakim tunggal Erintuah Damanik dalam sidang praperadilan di PN Medan, Senin (13/03/2017).

Hakim memutuskan penetapan status tersangka dan penangkapan terhadap Siwaji Raja dinyatakan tidak sah. Polrestabes Medan pun diperintahkan untuk mengeluarkan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sumut dari rumah tahanan negara. Selain itu, mereka diperintahkan untuk membayar uang pengganti kerugian materi kepada Siwaji Raja sebesar Rp 1 juta dan membuat pengumuman di media cetak nasional dan media elektronik nasional.

Sebelumnya, Siwaji Raja mengajukan gugatan praperadilan terhadap penyidik Polrestabes Medan atas penetapan tersangka dan penahanan dirinya terkait kasus pembunuhan Indra Gunawan alias Kuna. Pengusaha softgun ini tewas setelah ditembak di depan tokonya di  Jalan Ahmad Yani, Kesawan, Medan, Rabu (18/1/2017) pagi.

Polisi awalnya menangkap 7 tersangka dalam kasus pembunuhan itu. Dua di antaranya, yakni tersangka eksekutor, Putra, dan orang yang disebut memberinya perintah, Rawindra alias Rawi, tewas ditembak polisi.  Tak berhenti di sana, penyidik Polresta Medan juga menetapkan Siwaji Raja disebut sebagai tersangka yang mengorder pembunuhan itu kepada Rawi. Dia diamankan di Jambi, Minggu (22/1/2017). (Yug)

Comments
Loading...