Banyak Potensi Pendapatan Daerah Kalteng yang Perlu Dioptimalkan

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Pemerintah Provinsi Kalteng berkeinginan agar Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Tengah bisa menyentuh angka paling sedikit mencapai Rp. 7 Triliun yang berasal dari Pendapatan sektor perkebunan, pertambangan dan kehutanan dan lainya.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Kalteng Sugianto Sabaran pada kegiatan Focus Group Discussion Regional Development Strategy dengan tema menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, merata, dan berkualitas bersama Komisi Ekonomi dan Industri Nasional dan stakeholder lainnya, Senin (13/03) aula salah satu hotel di Kota Palangka Raya.

Sugianto menyampaikan, ada sekitar Rp.200 Miliar pajak di Kalteng yang belum dibayarkan. Bahkan dia mencurigai ada praktek kecurangan yang terjadi pada ijin angkutan kekayaan alam seperti batu bara dengan menggunakan kapal tongkang.

“Menegai tongkang kemarin saya sebenarnya mau memproses sampai hulu Karena banyak sekali kiri dan kanan, bahkan tongkang yang lepaspun saya tidak tau. Saya curiga ijin angkutnya hanya satu kali, dan angkut seterusnya sampai tiga kali tidak menggunakan ijin. ini berluang-ulang terjadi dan sudah lama,” ujar Suginto Sabran.

Selain itu, jika saja perusahaan yang ada memiliki NPWP wilayah Kalimantan Tengah, ia meyakini pajak yang dibayarkan ke daerah bagi hasilnya akan lebih besar. Akan tetapi yang terjadi dilapangan tidak demikian, dimana kenyataanya NPWP perusahaan bukan dari daerah tempat melakukan kegiatan, akan tetapi di luar daerah seperti DKI Jakarta dan Pulau Jawa.

Tidak haya itu, bahkan bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan perusahaan, juga diduga bukan berasal dari daerah Kalteng.

“Saya dapat infomasi, ada kenaikan BBM mencapai Rp.100 Miliar. Menurut data dari Partamina ada 40 persen terjadi kebocoran. Kalau ini kita perketat, kemungkinan pendapatan daerah dari BBM yang digunakan mencapai Rp.1 sampai 2 Triliun jika ditopang harga tambang dan sawit bagus,” jelas Sugianto lebih dalam.

Belum lagi hasil Pendapatan Daerah yang bersumber dari pajak yang lain seperti pajak kendaraan atau plat KH. Tapi sampai dengan sekarang kenginan dari Pemerintah tersebut sepenuhnya belum terlaksana dengan baik. Dia juga menginformasikan APBD Kalteng tahun 2017 hanya menyentuh Rp.4,8 Trilun.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...