Bank Riau Kepri Bangkinang Tawarkan Dua Program KUR dan UMKM Sebesar Rp. 243 M

MENARAnews, Kampar (Riau) – PT Bank Riau Kepri Cabang Bangkinang mengeluarkan 2 (dua) program unggulan yang dikemas untuk pelaku usaha yang nantinya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat menengah ke bawah.

Hal tersebut dikatakan Pimpinan Cabang Bank Riau Kepri Bangkinang, Restu di tempat kerjanya ketika di konfirmasikan di ruang kerjanya. Kamis, (9/3/17).

Dijelaskannya, 2 program tersebut yakni Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mana KUR merupakan program dari pemerintah untuk peningkatan ekonomi masyarakat dan UMKM program dari Bank Riau Kepri sendiri.

Secara keseluruhan, pencapaian Bank Riau Kepri Cabang Bangkinang baik itu dana KUR dan UMKM untuk masyarakat Kabupaten Kampar sebasar Rp. 243.082.000.000,- di Tahun 2016.  Dalam penyaluran KUR Bank Riau Kepri Cabang Bangkinang syarat-syarat utama diprioritaskan bagi masyarakat yang benar-benar tidak sedang menikmati dalam fasilitas kredit produktif di Bank manapun juga.

“Jadi mereka betul-betul belum pernah meminjam kredit produktif atau bisa juga sudah pernah meminjam akan tetapi kredit tersebut sudah lunas nah itu boleh kita salurkan”lanjut Restu.

Namun kata Restu, untuk produk Bank Riau Kepri yakni UMKM tidak terbatas bagi siapa saja walaupun sedang menikmati fasilitas pinjaman di Bank lain tetap boleh kita berikan penyaluran Kredit UMKM ini.

“Hanya saja, kendala kita saat ini kebanyakan calon nasabah kita terkendala di BI Cheking-nya artinya mereka pernah mendapatkan pinjaman apakah itu liseng kendaraan ataupun kredit rumah tangga itu rata-rata mereka pembayarannya nunggak dan otomatis biaya Cheking nya dibebankan ”jelasnya.

Ia melanjutkan, kendala selanjutnya yakni karena kredit UMKM  ini dikhususkan untuk usaha perkebunan maka ini tergantung pada harga sawit yang sering naik turun maka ini juga menjadi kendala ketika mengembalikan dana pinjaman tersebut.

“Tetapi, kita bisa melihat bahwa kejadian tersebut bukan semata-mata dari masyarakat dan yang jelas yang namanya kredit UMKM tetap saja membayar angsuran pengembalian dana pinjaman tersebut dan ini masih bisa kita atasi karena sifatnya tidak permanen karena tergantung dengan situasi perekonomian secara global, jadi kita bisa lihat terlebih dahulu permasalahannya dimana.”kata Restu lagi.

“Kami akan terus berbenah dengan melakukan peningkatan dan fokus terhadap perkembangan UMKM dari tahun ke tahun. Bukan hanya dalam penyaluran kredit bagi pengusaha UMKM, tetapi juga pembinaan, pendampingan serta pemberian penghargaan bagi debitur,”ujar Restu.

Dijelaskannya, pelaku UMKM sangat berperan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, memenuhi kebutuhan serta menyerap tenaga kerja yang ada. Apalagi pelaku UMKM dapat mendorong perubahan serta sektoral serta tumbuh dan berkembang secara konsisten. (La)

Comments
Loading...