April ini, Insentif Penyuluh Agama dan Penyuluh Pembangunan Dibagikan

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, terus  memberikan dorongan serta pembinaan kepada ratusan penyuluh agama yang selama ini telah menjalankan tugas dan fungsinya sebagai ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Salah satu wujud pembinaan tersebut, Pemko memberikan insentif atau honor kepada para penyuluh agama per triwulan yang bersumber dari APBD yang berdasarkan data penyuluh yang sudah terdaftar di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palangka Raya.

“Setidaknya  sebanyak 750 orang penyuluh agama dan 200 orang penyuluh pembangunan, pada bulan April mendatang kembali akan menerima insentif per triwulan,”ungkap Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabid Kesra) Setda Kota Palangka Raya, Abrahamsyah, Kamis (23/3), di ruang kerjanya.

Mantan Camat Pahandut Kota Palangka Raya ini merincikan, untuk penyuluh agama yang terdiri penyuluh Agama Islam, Kristen (guru sekolah Minggu), penyuluh Agama Hindu maupun Agama Budah, akan menerima insentif sebesar Rp 250 ribu  per triwulan sehingga total insentifnya Rp 750 ribu.

Sedangkan untuk penyuluh pembangunan, yang terdiri dari Ustad, Pendeta maupun Pastur dan lain-lainnya akan menerima honor insentif sebesar Rp500 ribu per triwulan sehingga total insentifnya Rp1,5 juta.

Perlu diingat, kata Abrahamsyah, kenapa besaran insentrif yang diterima terkesan berbeda. Kalau untuk penyuluh pembangunan per bulannya insentifnya mencapai Rp500 lebih, dikarenakan mereka memang hanya mendapatkan honor insentif dari tugas sebagai penyuluh pembangunan. Lain halnya dengan penyuluh agama, misalkan yang bertugas di Gereja Masjid ataupun Pura dan sebagainya, tentu ada insentif dari yayasan atau pengurus tempat ibadah yang mempekerjakan mereka. “Jadi ini hanya sebagai bantuan pemerintah sebagai bagian dari pembinaan kepada penyuluh agama,”ucapnya.

Ditambahkan Abrahamsyah, untuk pencairan insentif, maka salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh semua penyuluh adalah terlebih dahulu membuat laporan dari hasil tugas maupuin fungsi yang dijalankan selama ini ditempat ia bertugas.

“Kalau belum membuat laporan, maka insentifnya belum dapat diberikan. Jadi laporan ini bagi Pemko menjadi sangat penting sebagai bagian dari pertanggungjawaban manakala ada pemeriksaan rutin,”cetusnya.

Abrahamsyah menekankan, seiring perhatian dari pemerintah kota, tentu ada harapan yang terselip, dimana para penyuluh agama maupun penyuluh pembangunan diminta harus mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusianya.

“Strategis disini maksudnya, penyuluh harus  mampu menyuarakan hal-hal yang strategis, terutama lebih peka terhadap berbagai persoalan yang terjadi dimasyarakat, terlebih yang berkenaan dengan kehidupan beragama termasuk bersama-sama mendukung pembangunan daerah,” tutupnya.(AF)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...