Antisipasi Harga Cabai, Ibu Persit Galakan Gerakan Tanam Cabai

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Korem 102 PD XII/Tanjung Pura bersama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalteng Balitbangtan Kementrian Pertanian melaksanakan kegiatan Gerakan Tanam Cabai serta penandatanganan kerjasama, Jum’at (10/03) di Rumah Jabatan Danrem 102/Pjg,  Kota Palangka Raya.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan seperti cabai pada tingkatan keluarga atau rumah tangga. Sekaligus dalam rangka menyukseskan program tanam cabai secara Nasional dari Kementerian Pertanian RI.

Menginat harga salah satu komoditas strategis Nasional ini sudah mencapai harga Rp. 200.000 per Kg, dan ini tentunya dirasa cukup membebankan sejumlah masyarakat khusus ibu rumah tangga. Sehingga dengan kegiatan gerakan tanam cabai yang dilaksanakan tersebut setidaknya ibu rumah tangga tidak merasa kesulitan ketika harga cabai sendiri masih terbilang mahal.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Korem 102 PD XII/Tanjung Pura, Rika Naudi ketika diwawancarai awak media usai melaksanakan kegiatan, bahwa setelah bibit cabai yang diserahkan oleh BPTP Kalteng khsusunya kepada Ibu-Ibu Persit, selanjutnya akan dilakukan pengecekan secara berkesinambungan.

“Selanjutnya tidak menutup kemungkinan kedepannya akan dilakukan kegiatan-kegiatan yang beraneka ragam lagi. Dalam arti tidak hanya gerakan tanam cabai, tapi juga jenis tanaman holtikultura lainya, atau pembuatan pupuk dan lain sebagainya,” jelas Rika Naudi.

Kegiatan ini tidak hanya selesai pada saat itu juga, akan tetapi kedepannya juga akan dilakukan evaluasi serta pengecekan ke masing-masing ibu rumah tangga untuk mengetahui apakah bibit yang diserahkan itu mampu menghasilkan.

Dia menyampaikan, kegiatan penandatanganan kerjasama serta gerakan tanam cabai di lingkungan rumah tangga untuk wilayah Kalteng sendiri baru kali ini dilakukan. Tidak hanya itu, hal yang mendasar dari pelaksanaan kegiatan, ujarnya lagi menambahkan, adalah untuk mengantisipasi kenaikan harga cabai.

“Tidak menutup kemungkinan harga cabai mahal ketika menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri, sudah pasti harga cabai itu akan naik dengan sangat tinggi. Dan ini terjadi dari tahun ke tahun, apa lagi dengan kondisi harga cabai sekarang ini cukup tinggi,” papar Rika Naudi mejelaskan lebih dalam.

Disisi lain, Kepala BPTP Kalteng, F. F Munnier ketika diwawancarai menyampaikan, kegiatan gerakan menanam cabai juga sudah dilaksanakan di sejumlah Kabupaten/Kota di wilayah Kalteng seperti di Kota Palangka Raya ada sekitar 3000 bibit cabai diberikan.

“Untuk Pulang Pisau sekitar 5500 bibit cabai, Kapuas ada sekitar 6000 bibit dan dalam waktu dekat akan dilaksanakan di beberapa Kabupaten yang lain. Jadi kita sudah menyediakan lebih kurang 30.000 bibit yang akan dikembangkan, jadi target kami tahun ini ada sekitar 150.000 dikembangkan secara bertahap,” jelas F.F. Munnir.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...