Anggota DPR Ini Curiga Ada Mafia Di MK

Menaranews, DKI Jakarta – Hilangnya berkas dokumen sengketa Pilkada Dogiyai di MK bukanlah hal sepele. Hal ini di ungkap oleh Syufmi Dasco Ahmad anggota Komisi III DPR RI.

Ia mengatakan, jangan pernah menyederhanakan masalah tersebut hanya merupakan pencurian biasa. Harus ada pengusutan yang tuntas baik oleh internal MK maupun oleh kepolisian.

“Bukan hanya pelakunya yang harus ditangkap, namun motif pencurian dokumen tersebut juga harus diusut tuntas,” katanya ketika dihubungi wartawan, Rabu (22/3).

Lebih lanjut, Dasco menjelaskan, secara logika tidak mungkin pencurian dokumen tersebut merupakan pencurian biasa karena yang dicuri hanya kertas yang nilai ekonomisnya rendah dan tidak sebanding dengan resiko dan tingkat kesulitan pegambilannya.

“Tidak tertutup kemungkinan pencurian tersebut merupakan bagian dari praktek mafia peradilan di lingkungan MK,” katanya.

Ia menjelaskan, dokumen yang dijadikan sebagai bukti dalam sengketa Perselisihan Hasil Pemilhan Umum (PHPU) di MK biasanya adalah dokumen C1 atau bukti rekapitulasi suara yang jumlahnnya bisa ribuan lembar. Dokumen tersebut akan menjadi rujukan utama bagi MK untuk membuat putusan.

Ia mengatakan, kalau dokumen tersebut hilang atau dicuri, maka proses pembuktian dalam persidangan MK akan sangat terganggu dan pada akhirnya putusan MK pun akan bermasalah.

“Padahal kita tahu putusan MK itu bersifat final, jadi kalau sudah diputus tidak bisa dikoreksi lagi. Jika kasus ini tidak diusut tuntas maka kami khawatir persepsi masyarakat akan macam-macam dan kepercayan pada MK bisa menurun,” jelasnya. (ZH)

Comments
Loading...