Anggaran Pilkada Kota Palangka Raya Diperkirakan Capai 10 Milyar

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Pada tahun 2018 mendatang, Kota Palangka Raya kembali melaksanakan pesta demokrasi yakni pemilihan  Wali kota dan Wakil Wali kota (Pilwalkot). Kesiapan pun kini tengah dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya bersama Instansi terkait.

Meski Pemko sendiri belum secara pasti  menetapkan besaran anggaran untuk pilwalkot itu tetapi diperkirakan pesta demokrasi tersebut menelan biaya hingga miliaran rupiah. Baik yang diperuntukkan untuk sosialisasi, hingga setiap tahapan-tahapan termasuk kesiapan anggaran untuk pengamanan.

Adapun berkaitan dengan pengamanan pilwalkot, maka instansi terkait pun sudah mulai melakukan perincian anggaran.

“Diperkirakan total dana yang diperlukan untuk menunjang pengamanan pilwalkot 2018 sekitar Rp 10 miliar. Walaupun saat ini yang belum mengajukan anggaran untuk mendukung Pilkada 2018 hanya dari Panwaslu dan Satpol PP,” ungkap Kepala Kesbangpol Palangka Raya, Januminro, (28/3).

Disebutkan Janu,  saat ini sudah dua instansi mengajukan anggaran dari kepolisian dan TNI. Dari Kodim 1016 Palangka Raya mengajukan kebutuhan anggaran sebesar Rp.1.351.880.000.  Sedangkan Polres Palangka Raya menggangarkan Rp3.019.309.000, lalu dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Palangka Raya Rp.1.120.960.000.

Diuraikannya, estimasi anggaran yang disusun ini masih mengacu data pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah pada 2015. Dimana menyesuaikan, beberapa aspek. Sebut saja di  Palangka Raya ada 30 kelurahan, yang pada saat pilwalkot mencakup 582 TPS, dan 195.921 jiwa pemilih.

“Maka  mengacu dari itu diperkirakan Rp 10 Miliar anggaran diperuntukan bagi segi pengamanan,” sebutnya.

Diterangkan lebih lanjut, selain kesiapan anggaran pihaknya kata Janu, juga menyiapkan anggaran untuk mendukung kelancaran pilwalkot Palangka Raya 2018 nanti. Dimana akan dibentuk  tim terpadu dari berbagai instansi dalam hal melakukan sosialisasi, koordinasi termasuk penanganan konflik sosial.

Sebut saja Bappeda untuk sosialisasi dokumen perencanaan bagi paslon untuk penyusunan visi misi, Dukcapil untuk pemutahiran data pemilih, dan Sekwan untuk pelantikan serta Panwas (pengawasan dan Timdu Gakum).

“Hal itulah yang akan dipersiapkan selain anggaran,” jelasnya.

Sementara itu menanggapi kesiapan anggaran dalam pilwalkot nanti, Wali Kota Palangka Raya HM Riban Satia mengatakan siap mendukung, dan pada prinsipnya pemerintah kota terus melakukan koordinasi dalam pelaksanaan Pilkada 2018.

“Pemkot siap, untuk dana pilkada 2018 akan diberikan dalam dua tahap demi kelancaran pesta demokrasi tersebut,” terangnya.

Ditanya apakah ada figur yang dia dukung, Wali Kota Palangka Raya dua periode itu,  belum mau berbicara banyak soal pilwalkot saat ini.

“Soal pilwalkot Kota Palangka Raya, saya belum mau berkomentar lebih banyak, termasuk mau mendukung atau menjatuhkan pilihan kepada siapa-siapa yang maju . Namun yang pasti, selaku warga negara serta masyarakat Kota Palangka Raya, tentu kita harus mendukung siapa pun yang nantinya maju pada pilwalkot, karena semuanya demi pembangunan di kota ini juga,” ujarnya.

Dirinya berharap banyak kepada para bakal calon walikota maupun bakal calon  wakil walikota, setidaknya memiliki komitmen untuk meneruskan pembangunan Kota Palangka Raya, yang sudah dijalankan selama ini.

“Selama kepemimpinan kami, maka program yang bersentuhan dengan visi dan misi yakni pendidikan, jasa dan pariwisata, tengah dijalankan. Hanya saja untuk pencapaiannya tentu harus dilakukan berkelanjutan,” pungkasnya.(AF)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...