AMDAL Potensi Hambat Cetak Sawah Baru Mukomuko

Desa Sumber Makmur 892,7 ha

MENARAnews, Kab. Mukomuko (Bengkulu) ­– Program cetak sawah baru di Kabupaten Mukomuko terancam terhambat oleh perizinan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Seperti yang disampaikan Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Mukomuko, Ali Mukhibin, berdasarkan ketentuannya lahan dengan luas lebih dari 500 ha harus dilakukan Amdal.

“Jadi cetak sawah baru nanti ada lahan yang lebih dari 500 ha, yaitu Desa Sumber Makmur seluas 892,7 ha, ketentuannya ini harus di Amdal, dan ini pasti menghambat,” ujarnya saat dijumpai MENARAnews, beberapa waktu lalu.

Ia menyampaikan, alasan potensi terhambatnya program ini karena dalam proses pengurusan Amdal membutuhkan waktu yang tidak cepat bahkan hingga berbulan-bulan.

Padahal, targetnya realisasi pengerjaan fisik program ini sudah harus dilakukan pada April mendatang.

Oleh karena itu, pihaknya akan mengusulkan untuk dilakukan relokasi lahan seluas 392,7 ha di Desa Sumber Makmur tersebut ke desa lain yang tidak masuk dalam kuota tetapi sudah disurvey sebelumnya.

“Kita akan mengusulkan ke Dinas Pertanian provinsi agar ini dapat direlokasi, ini supaya tidak menjadi hambatan dan program menjadi molor, ada desa yang sudah kita survey kemarin tetapi tidak masuk dalam kuota, itu bisa dijadikan lahan tujuan relokasi,” tuturnya.

Ia menjelaskan, desa yang dimaksud tersebut adalah Desa Lalang Luas, Kecamatan V Koto, karena lokasi tersebut sangat strategis khususnya potensi irigasinya.

Kalau relokasi ini terealisasi maka dipastikan program cetak sawah baru di Kabupaten Mukomuko akan tetap sesuai jadwal pengerjaan yaitu April mendatang.

Namun demikian, lahan tersebut tetap harus diurus dokumen lingkungannya yaitu UKL-UPL di Dinas Lingkungan Hidup setempat.

“Meskipun sudah direlokasi nanti, tetap harus dilakukan UKL-UPL, tapi itu tidak memakan banyak waktu,” pungkasnya. (AL)

Comments
Loading...