Akibat Narkoba, Oknum ASN Palangka Raya Terancam Dipecat

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Akibat terindikasi narkoba, seorang oknum aparatur sipil negara (ASN)  pada lingkup Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, bakal terancam dipecat. Hal tersebut ditegaskan langsung Inspektur Inspektorat Kota Palangka Raya, Alman Pakpahan, yang mengatakan oknum ASN atau PNS tersebut telah terbukti serta sudah dijatuhi vonis pidana mencapai 4 tahun keatas, sehingga  melanggar Undang Undang (UU) ASN Nomor 5 Tahun 2014.

“Oknum ASN ini berinisial H terlibat narkoba, karenanya bakal kena sanksi pemecatan dari pegawai negeri dengan dasar terlibat masalah hukum yakni sudah dijatuhi vonis hukuman di atas empat (4) tahun keatas,” tegasnya, Senin (20/3),

Menurut Alman, UU ASN saat ini sangat tegas mengatur tentang pelanggaran terutama dalam memberikan sanksi berat bagi ASN yang terkena hukuman pidana. Hal tersebut tidak hanya berlaku bagi ASN terlibat narkoba, terlebih juga ASN yang terindikasi berat melakukan pidana korupsi (Tipikor).

“Dalam PP Nomor 53 tahun 2010 Pasal 10 angka 2 dan angka 4, tentang disiplin pegawai negeri sipil, juga menegaskan ASN yang terlibat narkoba maupun Tipikor dianggap pelanggaran yang berdampak berat terhadap jalannya roda  pemerintahan,” tandasnya.

Karena itu tambah dia, vonis pidana di atas dua tahun karena terlibat narkoba ataupun tipikor maka bersiap-siap mendapatkan hal yang terburuk yakni sanksi pemecatan.

Pun demikian lanjut Alman, sanksi pemecatan akan segera dilakukan, apabila putusan hukum berkekuatan tetap, seperti halnya pada oknum ASN berinisial H yang telah dijatuhi vonis diatas empat tahun ke atas.

Sementara disinggung sanksi bagi oknum ASN yang hukumnya di bawah dua  tahun, menurut Alman, oknum tersebut masih tetap diterima bekerja sebagai ASN, akan tetapi tetap berimbas terhadap karir ASN nya, karena tetap merujuk pada tingkat pelanggaran yang dilakukan dari hasil putusan hukum.

“Yang pasti apapun penilaian pelanggaran yang dilakukan, baik itu hanya terindikasi pemakai atau pengguna narkoba, tetap akan mendapatkan sanksi. Ini adalah konsekuensi. Maka itu kami ingatkan ASN jangan coba-coba masuk pada pusaran narkoba maupun berani-berani untuk terlibat korupsi,” ujarnya.

Disebutkan Alman, untuk kasus narkoba yang melibatkan ASN Pemko Palangka Raya hingga saat ini, telah mencapai empat orang ASN.(AF)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...