40 Persen Angkutan di Pandeglang Tak Perpanjang Izin Trayek

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pandeglang dan Polres Pandeglang menggelar operasi gabungan di Jalan Raya Pandeglang-Labuan. Operasi ini meliputi penertiban trayek angkutan kota (Angkot) dan Operasi Simpatik Kalimaya. Dari hasil penertiban angkutan umum ini, ditemukan sejumlah Angkot yang tidak mengurus izin trayek.

Kepala Dishub Pandeglang, Tata Nanzariyadi menyebutkan, dari sekitar 3.000 angkutan yang berlalu lalang di Pandeglang, 40 diantaranya tidak memperpanjang izin trayek sejak tahun 2016.

“Dari hasil penertiban angkutan umum ini, ditemukan sejumlah Angkot yang tidak mengurus izin trayek. Di Pandeglang ada sekitar 3.000 angkutan, dan 40 persennya tidak mengurus perpanjangan trayek. Padahal prosesnya mudah dan murah, tidak lebih dari Rp 50.000,” sebut Kepala Dishub Pandeglang, Tata Nanzariyadi disela-sela operasi penertiban, Rabu (8/3/2017).

Tata menjelaskan, operasi ini adalah upaya memberi penyadaran terhadap awak angkutan. Karena dari operasi yang dilakukan, ada sejumlah angkutan yang tidak layak beroperasi lantaran kondisi kendaraan yang buruk. Terlebih, Dishub juga menemukan adanya angkot yang beroperasi tidak sesuai trayek.

“Banyak supir awak angkutan yang tidak disiplin dalam berkendaran. Bahkan beberapa diantaranya belum memperpanjang trayek sejak tahun 2016. Maka ini adalah bentuk penyadaran kepada awak angkutan, sekaligus memeriksa kelayakan kendaraan. Jika tidak diurus, maka trayeknya akan ditunda lantaran ini menyangkut keselamatan penumpang,” terangnya.

Sementara guna menertibkan trayek angkutan, Dishub juga akan masif memasang label dan penomoran trayek. Mengingat tidak sedikit pula angkutan dari luar daerah yang merangsek masuk ke jalur yang dilarang.

“Saya juga melihat ada angkot yang tidak sesuai trayek. Tahun ini kita tertibkan semua. Apalagi kan di dalam Perda sudah tertera regulasi mengenai nomor, trayek, dan warna angkot,” beber Tata.

Sementara Kasatlantas Polres Pandeglang, AKP Rahmat Sampurno mengungkapkan, sejak dimulainya Operasi Simpati Kalimaya pada tanggal 1 Maret lalu, sedikitnya polisi sudah menjaring 1.000 pelanggar dengan rata-rata, didapati 100 pelanggar setiap harinya.

“Memasuki hari ke-8 operasi, kami sudah menjaring sekitar 1.000 pelanggar. Untuk pelanggaran paling banyak yang kasat mata seperti penggunaan helm penumpang, safety belt di mobil, spion, dan plat nomor,” kata Rahmat.

Polres Pandeglang lanjut Rahmat, akan melakukan operasi Kalimaya serentak hingga tanggal 21 Maret nanti. Untuk itu pihaknya mengimbau agar para pengendara, melengkapi surat-surat dan komponen kendaraan. (Kr)

 

Editor: Irdan

Comments
Loading...