http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) Ini Tetap Waspada Karhutla

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Mungkin masih ingat dengan keberadaan Tim Serbu Api Kecamatan/Kelurahan (TSAK) yaitu merupakan  tim pemadam swakarsa yang pada saat terjadinya bencana kebakaran hutan, lahan dan pekarangan, telah berkontribusi besar ikut andil melakukan pencegahan. Seiring dengan itu, keberadaan TSAK  khususnya di Kota Palangka Raya, jarang tersentuh dengan berbagai aktivitas kemanusiaan.

Pun demikian berbeda dengan TSAK yang ada di Kelurahan Bukit Tunggal Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya, yang nampaknya masih solid menjaga keterpaduan timnya, mesti tidak harus berjibaku dengan bencana kebakaran.

“TSAK Kelurahan Bukit Tunggal ini masih solid, terutama menjaga kekompakan tim,”ungkap I Wayan Bimo Seno, ketika dibincangi disela-sela melihat kondisi perawatan armada TSAK yang bermarkas di Kelurahan Bukit Tunggal tersebut.

Ia menyebutkan, setidaknya 15 orang personil yang masih aktif sebagai tim TSAK, dimana sebelumnya ada 20 orang personil, dikarenakan kesibukan 5 orang personil lainnya tidak pernah aktif lagi. Menurutnya, untuk mengisi kekompakan tim agar tetap solid, maka setiap personil TSAK terus dibekali dengan penguatan skill atau keterampilan.

“Secara tidak langsung TSAK ini berada dibawah naungan Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK). Nah, kami selalu mengikuti kegiatan latihan dalam setiap minggunya,” ujarnya.

TSAK Kelurahan Bukit Tunggal itu sendiri kata dia, tidak pernah vakum bila dibanding TSAK yang ada di kelurahan atau kecamatan lain di Kota Palangka Raya, setidaknya tim selalu dilibatkan manakala ada musibah kebakaran ataupun ada kegiatan kemanusiaan lainnya. Termasuk ikut kegiatan patroli terpadu yang digelar BPB-PK.

“Memang tidak mudah untuk menjaga keutuhan tim, mengingat sebagian besar personil ada yang sambil bekerja. Hal tersebut tentu disadari karena isentif setiap personil yang masih kecil, dimana setiap bulannya seorang anggota TSAK hanya menerima sebesar Rp. 175 ribu saja,” tuturnya.

Jangankan untuk itu, dalam penguatan armadapun termasuk operasionalnya, TSAK kelurahan Bukit Tunggal selama ini telah berupaya secara mandiri, terutama dengan menggalang dana baik melalui donator-donatur, maupun bantuan dari pihak kelurahan.

Sementara itu Lurah Bukit Tunggal, Agus Harianto, mengapresiasi kinerja dan kegiatan dari TSAK yang ada di kelurahannya tersebut.

“Mereka selama ini mampu secara mandiri dalam penguatan tim dan personilnya. Meski kelurahan  tidak mampu berbuat banyak, namun kami tetap mendorong agar keberadaan TSAK harus tetap ada dan dibutuhkan pihak kelurahan,” ujarnya.

Terlebih kata dia, untuk wilayah Kelurahan Bukit Tunggal secara kewilayahan masih banyak areal lahannya yang luas sehingga sangat rawan terbakar. Disamping itu tingkat kepadatan perumahan penduduk juga rentan terhadap musibah kebakaran.

“Memang kita berharap ada revitalisasi terhadap keberlangsungan TSAK ini, sehingga keberadaannya selalu eksis dan solid,” tandas Agus dengan singkat.(AF)

Editor: Hidayat

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,707PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.