http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Terinfeksi Virus Difteri, Dua Orang Aceh Meninggal

MENARAnews, Banda Aceh (Aceh) – Sebanyak 17 orang pasien terinfeksi virus Difteri yang dirawat Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA), dua diantaranya meninggal dunia, karena tidak bisa diselamatkan.

Wakil Direktur RSUZA, Azharuddin‎ mengatakan, penyakit Difteri merupakan penyakit serius hingga dapat mengancam jiwa apabila tidak segera ditangani. Difteri merupakan penyakit yang menyerang selaput lendir pada hidung serta tenggorokan dan terkadang dapat memengaruhi kulit.

“Penyakit ini merupakan penyakit menular dan termasuk infeksi serius,” ujar Azharuddin, saat dikonfirmasi, Selasa (21/2).

Dia menyebutkan, ‎dari 17 pasien yang telah menjalani perawatan di RSUZA , sepuluh pasien diantaranya sudah ditangani dan sudah dipulangkan, sedangkan dua orang pasien lainnya yang merupakan anak-anak, meninggal dunia karena tidak dapat selamatkan dan saat ini tinggal lima pasien lagi yang harus menjalani perawatan serius di ruang RHCU‎.

“Kelima pasien tersebut merupakan pasien rujukan dari Lhokseumawe, Aceh Timur, Aceh Utara dan Pidie, para pasien itu harus menjalani perawatan intensif, mereka diduga tertular dari seseorang yang terkena Difteri,” katanya.

Dia menjelaskan, penyakit Difteri ini merupakan penyakit menular, bisa dari saat berbicara nafas dan batuk, hal ini juga dikarenakan proses pemberian imuniasi yang belum merata di sejumlah daerah.

“Penyakit ini biasa terkena pada orang yang berumur di bawah 18 tahun dan kebanyakan dialami pada anak-anak, di Aceh ini merupakan salah satu penyakit yang luar biasa, Difteri ini juga digolongkan kasus luar biasa dan menyita perhatian kita, mereka itu harus menjalani perawatannya di ruang isolasi,” jelas Azharuddin.

Sementara itu, salah seorang orang tua pasien, Bachtiar mengatakan, bahwa anaknya bernama Nabila (20) mahasiswa asal Lhokseumawe, mengindap penyakit Difteri sudah hampir 20 hari.

“Gejala awalnya Nabila hanya demam biasa namun tiba-tiba mengeluarkan air liur berbusa, setelah itu saya langsung membawa dia ke rumah sakit Cut Mutia,” ujar Bachtiar‎.

Dia menambahkan, di rumah sakit Cut Mutia, Nabila hanya menjalani perawatan selama tiga hari, karena tidak dapat ditangani dokter setempat ia langsung dirujuk ke RSUZA dan dirinya baru mengetahui bahwa anaknya terkena penyakit Difteri.

“Setelah menjalani perawatan selama 15 hari di RSUZA kini kondisi Nabila sudah 50 persen membaik,” imbuhnya. (Red)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,689PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.