http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Tarif Listrik Sumbang Inflasi Januari 2017 di Kalteng

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Berdasarkan perolehan angka yang direlease Bandan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah, laju inflasi di Kalteng pada bulan Januari 2017 tercatat 0,87 persen dari dua Kota yang dijadikan sampel Inflasi yakni Kota Palangka Raya dan Kota Sampit (Kab. Kotawaringin Timur).

Angka inflasi itu, masih berada di bawah level angka inflasi secara Nasional yakni 0,97 persen. Dari 82 Kota pantauan IHK Nasional, seluruhnya mengalami Inflasi. Dimana inflasi tertinggi terjadi di Pontianak (Kalimantan Barat) 1,82 persen dan Inflasi terendah di Manokwari (Papua Barat) 0,09 persen.

Sementara Kota Palangka Raya yang berada di peringkat 48 dengan angka inflasi tercatat 0,85 persen, sedangkan inflasi Kota Sampit berada pada peringkat 43 dengan angka inflasi sebesar 0,91 persen.

Kepala BPS Kalteng, Hanif Yahya menyampaikan, laju Inflasi tahun ke tahun selama Januari tercatat sebesar 2,61 persen. Yang mana laju inflasi di Kota Palangka Raya dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga seluruh kelompok pengeluaran.

“Kelompok Pengeluaran, air, listrik, gas, dan bahan bakar menjadi penyumbang inflasi tertinggi yakni 1,90 persen. Disusul komponen transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 1,16 persen, bahan makanan 0,89 persen, sandang 0,09 persen, pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,09 persen, kesehatan 0,06 persen, serta makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,01 persen,” jelas Hanif Yahya, Rabu (01/02) di Kota Palangka Raya.

Jika dilihat dari andil pengeluaran terhadap inflasi di Kota Palangka Raya dan Kota Sampit, komponen perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, memiliki andil terbesar yakni Palangka Raya 0,44 persen dan Sampit 0,40 persen, disusul komponen bahan makanan Palangka Raya 0,21 persen dan Sampit 0,19 persen.

Sementara andil komoditi utama penyumbang inflasi tertinggi di Palangka Raya berada pada tarif listrik yang kemungkinan besar dipengaruhi kebijakan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) 900 WA, yakni 0,43 persen, disusul daging ayam ras 0,13 persen dan biaya perpanjangan STNK 0,11 persen.

“Untuk komoditi andil deflasi, tertinggi berada pada komoditi Angkutan Udara sebesar -0,08 persen, dilanjutkan bawang merah -0,06 persen dan tomat sayur -0,03 persen. Sedangkan andil komoditi penyumpang Inflasi cukup tinggi di Sampit yakni komoditi Cabai Rawit 0,40 persen, tarif listrik 0,39 persen, dan tarif pulsa ponsel 0,12 persen,” jelasnya menambahkan.

Untuk andil komoditi penyumbang deflasi di Sampit yakni Komoditi Angkutan Udara -019 persen, Bawang Merah -0,14 persen, dan Kacang Panjang -0,12 persen.

Sementara itu, lanju inflasi di beberapa kota sesuai dengan tinnginya untuk wilayah Kalimantan yakni Kota Pontianak sebesar 1,82 persen, Kota Singkawang 1,76 persen, Kota Balikpapan 1,08 persen, Kota Samarinda 1,02 persen, Kota Banjarmasin 0,94 persen, Sampit 0,91 persen, Palangka Raya 0,85 persen, Kota Tanjung 0,77 persen, dan Kota Tarakan 0,69 persen.(arli)

Editor: Hidayat

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,707PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.