http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Milad HMI ke-70. HMI Badko Papua dan Papua Barat Berjuang untuk Umat dan Bangsa

MENARAnews, Jayapura (Papua) – HMI mempunyai peran besar dalam sejarah mepertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dan mengajarkan nilai – nilai dan syiar Islam. Sejak berdiri 5 Februari 1947,  HMI hadir untuk memberikan pemahaman terhadap mahasiswa – mahasiswanya tentang ajaran Islam secara menyeluruh bukan Islam yang sempit.

Pemahaman ini diharapkan dapat melahirkan pemimpin – pemimpn umat dan bangsa yang mampu memberikan kebeningan – kebeningan pemikiran dari setiap masalah yang muncul baik secara internal maupun eksternal. Pemahaman yang semakin konprehensif tentang islam akan semakin mempermudah seorang intelektual untuk menjaga kerukunan di antara umat beragama.

Kemajemukan adalah karakteristik hampir semua negara di dunia, fakta menunjukan, Indonesia umumnya dan Papua khusunya adalah bangsa campuran dari beragam ras, suku, bahasa, agama dan sebagainya. Indonesia dan Papua dengan masyarkatnya yang majemuk memiliki kemungkinan – kemungkinan untuk terjadinya konflik.

Meskipun gejala konflik yang pada hakekatnya merupakan bagian dari dinamika sejarah, demikian pula sebaliknya konsensus, akomodasi atau integrasi merupakan sisi lain dari sejarah umat dan bangsa agama dapat menjadi alat pemersatu.

Namun, dalam beberapa hal, agama juga dapat digunakan sebagai pemecah belah. Secara garis besar, antagonisme atau konflik yg berkembang di kalangan seputar agama terjadi dalam dua tingkat : Ketegangan terjadi antar umat satu agama, dan ketegangan yg terjadi oleh beda agama. Namun dalam banyak hal realitas menunjukan bahwa ketegangan yang terjadi antar umat beragama berkaitan erat dengan faktor kepentingan individu, maupun kolektif baik yang bersifat sosial, budaya, ekonomi maupun politik.

Bangsa kita sedang di uji dengan bebagai persoalan, mungkin kita dihadapkan pada persoalan agama dan negara. Hal ini wajar terjadi dalam konteks kehidupan bernegara dan hubunganya dengan masyarakat. Tantangan ini dapat menjadikan demokrasi kita semakin matang, dan nilai agama semakin tertantang dalam mengobjektifkan nilainya dalam konteks berbangsa dan bernegara.

Demikian halnya Papua dan Papua Barat tidak terlepas dari persoalan agama. Masih segar di ingatan kita beberapa waktu lalu, tepatnya di Kota Sorong dan kabupaten Tolikara benih – benih konflik agama muncul kepermukaan. Arus urbanisasi  karena kebijakan pemerintah pusat berdampak secara positif dan negatif di Papua.

Maka, HMI harus mengambil peran di tengah umat Islam dalam menjadi jembatan akhlaq dan memberikan ciri tersendiri dalam kehidupan beragama di Papua. Mengajarkan umat bagaimana berinteraksi dengan agama lainya di alam Papua.

Penting untuk diperhatikan kedepan agar HMI bisa di terima dan di pandang sebagai sesuatu yang tidak asing, HMI harus turun menyatu dengan masyarkat terlibat langsung kerja – kerja sosial. Islam harus tampil dengan wajah ramah peduli lingkungan sekitar, cara panadang HMI harus melihat kerja – kerja kongkrit.

Terkait kemanusian terhadap orang asli Papua, Islam dianggap asing oleh agama lain karena orang tidak bisa membedakan manusia sebagai pribadi dan agama yang berifat suatu nilai universal.

Salah satu tantangan HMI di Papua dan Papua Barat adalah bagaimana meramu keberagaman sehingga menjadi kekuatan bangsa dalam menghadapi berbagai masalah, saling menghormati, saling menghargai, menjaga toleransi merupakan cara – cara yang dapat digunakan menjaga kebergaman.

Perbedaan dan keberagaman itu bisa menjadi sumber musibah jika tidak di kelola dengan baik. Berhadapan dengan kenyataan keberagamanan ini, tidak lain bisa di lakukan dengan membuka diri, membangun dialog, berkomunkasi sehingga bisa memahami dan mengerti satu sama lainya.

Kader HMI harus aktif dalam berbagai kegitan kepemudaan kedaerahan. Tanggal 5 Februari ini menjadi momentum yang tepat bagi kader HMI se-wilayah Papua dan Papua Barat untuk merefleksikan perjalananya di Tanah Papua.

Karena bertepatan dengan dua momentum penting yaitu,  perayaan Injil masuk di tanah Papua dan perayaan Milad HMI Ke 70. Semoga dengan ini dapat semakin memperkuat hubungan agama dan demokrasi kita dalam konteks kesatuan negara republik indonesia dengan pancasila sebagai dasar utama.

Peran HMI masih dibutuhkan di Tanah Papua khususnya dalam menegakan persatuan dan kesatuan bangsa.

HMI dapat menjadi ujung tombak menjaga toleransi dan kerukunan masyarakat Papua yang beraneka ragam kepercayaan, suku dan budaya.

Semoga Tuhan menjaga kerukunan kita di Papua dengan pancasila dan bhineka tunggal ika sebagai keyakinan dalam relasi sosial kehidupan beragama.

Dirgahayu HMI ke – 70,  HMI bersama umat mewujutkan Rahmatan Lil’alamin Yakin usaha sampai…..

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,699PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.