http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Merawat Kebhinekaan Demi Masa Depan Bangsa

MENARAnews, Medan (Sumut) – Ketua Dewan Persaudaraan Wilayah (DPW) Solidaritas Merah Putih (Solmet), Dody Andika mengatakan, persoalan keberagaman saat ini sangat mengkhawatirkan.

Menurut pandangannya, diperlukan sosok kepemimpinan yang mampu mengatasi masalah ini dan dapat membawa perubahan.

“Di masa depan kepemimpinan di Sumatera Utara harus dapat menjawab persoalan yang dihadapi, termasuk Kebhinekaan. Bagi saya, dua hal itu memiliki hubungan yang erat dan tidak dapat dipisahkan,” kata Dody pada diskusi yang mengangkat tema tentang Merawat Kebhinekaan dan Masa Depan Kepemimpinan Sumatera Utara di Medan, Jumat (10/2). 

Di awal diskusi, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah PDI-Perjuangan Sumut, Sutarto, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat prihatin melihat permasalahan yang terjadi.

Menurutnya, kondisi ini tentu sangat tidak menguntungkan bagi bangsa Indonesia. Memang, ini bukan pekerjaan mudah. Belum lagi, konteks keberagaman selalu diperhadapkan dengan momen pilkada yang juga memunculkan politik identitas.

“Kita perlu bekerjasama merawat kebhinekaan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pekerjaan ini sulit, tapi yang harus kita lakukan sekarang adalah saling menghargai, menghormati dan menunjukkan sikap toleransi sebagai warga negara,” tutur Sutarto, Jumat (10/2).

“Jadi, kita juga tidak boleh diam, dan sebagai generasi bangsa kita harus memberikan pemikiran-pemikiran cerdas dalam menyelesaikan permasalahan tersebut,” tambahnya.

Sutarto mengharapkan, para pemimpin sekarang dan ke depan, dapat menjaga Bhineka Tunggal Ika serta tidak berpihak pada suatu kelompok tertentu. Dengan begitu, kebhinekaan dapat terjaga dan sesuai dengan dasar negara, Pancasila. Perwakilan Lemhanas RI dan juga anggota Forum Kerukunan Umat Beragama Sumatera Utara, Elim Simamora menyampikan, jangan jadikan keberagaman, termasuk agama, sebagai alat untuk mengganggu satu sama lain.

“Di dalam FKUB, kami sudah mengatakan, akidah terjamin maka kerukunan umat beragama juga akan terjamin. Dalam hal ini, kita semestinya mencari sesuatu yang sama dari kita dan kesamaan itu adalah kita sesama anak bangsa Indonesia,” ucap Emil Simamora.

Hal senada juga disampaikan Tokoh Masyarakat, Turunan Gulo, yang mengungkapkan, founding fathers bangsa, lewat Sumpah Pemuda 1928 jelas, lewat Sumpah Pemuda 1928, jelas menjadi salah satu sejarah besar bagi bangsa ini. Dari peristiwa bersejarah itu, negara berdiri karena banyak golongan, ada perbedaan.

“Tuhan sudah menciptakan seluruh isi bumi ini dengan keberagaman, jadi saya pikir, itu tidak dapat kita lawan, apalagi gugat. Marilah kita menghargai apa yang sudah diwariskan pendiri bangsa kita. Satu hal lagi yang penting diketahui adalah jangan merasa menjadi pemilik tunggal dari kebenaran itu sendiri,” kata Turunan.

Bagi mantan aktivis mahasiswa ini, persoalan yang mendasar sebenarnya bukan kebhinekaan melainkan kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. Aspek inilah yang kini sangat mendesak untuk diselesaikan secara bersama-sama. Dalam diskusi itu, argumen tentang menjaga Kebhinekaan dan pemahaman akan Pancasila terus disuarakan. Harapan di masa depan, pemimpin khususnya di Sumatera Utara mampu memahami dan mengaplikasikan falsafah bangsa di masyarakat dan bukan sekedar retorika belaka.

Disikusi perdana yang digelar Solmet tersebut dihadiri Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Dodi Sutanto, Ikatan Mahasiswa Mahammadiyah (IMM), Nahdatul Ulama Wilayah Sumatera Utara dan Partai Solidaritas Indonesia. (Red)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,694PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.