http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Mencekam, Sidang Perdana 3 Tersangka Kerusuhan PT. TFJ

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Sidang pra peradilan perdana terhadap 3 tersangka kasus kerusuhan di PT. Tirta Freshindo Jaya (PT. TFJ) di Pengadilan Negeri Pandeglang diwarnai aksi unjuk rasa oleh ratusan warga dari Kecamatan Cadasari, Pandeglang dan Baros, Kabupaten Serang, Senin (27/2/2017). Ratusan massa yang terdiri dari berbagai golongan itu mulai berkumpul di depan gedung pengadilan sejak pukul 10.00 WIB. Bahkan untuk mengawal aksi tersebut, ratusan personil kepolisian diturunkan.

Akibat aksi ini, arus lalu lintas di depan gedung pengadilan terpaksa ditutup dalam radius 100 meter lantaran jumlah massa menutupi jalan Raya Serang-Pandeglang. Sedikitnya 300 aparat kepolisian diterjunkan untuk mengawal aksi massa. Kendaraan taktis seperti water canon dan barakuda, juga disiagakan oleh Kepolisian Polres Pandeglang untuk menghalau aksi yang mengarah pada tindakan anarkis.

Sambil melantunkan salawat dan dzikir, massa yang dibatasi oleh pagar kawat berduri menuntut agar ketiga tersangka segera dibebaskan. Karena warga menilai, penahanan terhadap para tersangka tidak sesuai prosedur. Selain itu, tuntutan agar PT. TFJ yang merupakan anak perusahaan PT. Mayora Grup angkat kaki dari lokasi saat ini juga disuarakan massa.

Salah seorang massa aksi, Sam’ah menjelaskan, penangkapan kepada tiga warga dilakukan secara paksa tanpa surat penangkapan. Bahkan, penetapan tersangka dilakukan tanpa adanya pendampingan oleh kuasa hukum ketiganya.

“Kami menginginkan warga yang ditangkap untuk segera di bebaskan, karena penangkapan yang dilakukan oleh pihak kepolisian tidak sah,” teriak Sam’ah lantang.

Lebih dari itu, warga menganggap penetapan status tersangka juga tidak disertai alat bukti yang cukup. Oleh karenanya, massa menuding ada permainan hukum yang dilakukan Kepolisian. Penetapan tersangka kepada 3 orang itu dinilai adanya bentuk praktik kriminalisasi.

“Warga kami langsung ditetapkan sebagai tersangka tanpa didampingi kuasa hukum, sudah jelas bahwa dalam hal ini pihak kepolisian sudah memperlihatkan adanya praktik kriminalisasi,” tudingnya.

Situasi sempat mencekam ketika aparat kepolisian yang mengawal, turut mengumandangkan salawat. Sementara salawat dari massa semakin lantang terdengar.

Kapolres Pandeglang, AKBP Ary Satriyan mengatakan, 300 personil yang diturunkan, termasuk 2 kompi satuan Brimob dan 1 kompi dari Sabhara. Pengamanan ini dilakukan lantaran berdasarkan informasi, akan ada 1.000 massa yang turun ke jalan.

“Informasikan mereka akan menurunkan massa sampai 1.000 orang. Kami melakukan pengamanan ini agar menghindari pecahnya aksi anarkis. Karena kalau satuan kita lebih sedikit, khawatirnya massa akan berani. Kami tidak ingin kecolongan lagi seperti kejadian di Mayora kemarin,” jelasnya.

Sementara menyangkut tuntutan pembebasan 3 tersangka atas nama Puadi, Bima, dan Sair, Kapolres menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan penangkapan sesuai prosedur. Adapun soal tudingan massa aksi, Ary menyerahkan seluruhnya kepada pihak pengadilan.

“Sidang pra peradilan ini, memang untuk menuntut pembebasan 3 warga. Justru itu, kalau kita ada kesalahan dalam proses penangkapan dan penahanan, caranya memang harus melalui pra peradilan, kita diuji. Nanti hakim lah yang menentukan apakah upaya paksa yang kita lakukan sesuai dengan aturan atau tidak,” tegas Kapolres.

Massa akhirnya membubarkan diri, seiring dengan berakhirnya proses sidang di pengadilan. Sidang perdana yang dipimpin oleh Hakim Ketua Wigati Puji Ningrum ini mengagendakan pembacaan dari pemohon. Agenda selanjutnya, mendengarkan jawaban dari termohon. Rencananya, sidang akan berlangsung dalam 1 pekan dimana pada Selasa (7/3/2017) depan, hakim akan memutuskan hasil sidang tersebut. (Kr)

 

Editor: Irdan

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,707PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.