http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Media Mainstream Anti Hoax

MENARAnews, Medan (Sumut) – Soal informasi palsu atau hoax sekali lagi menjadi topik sebagaimana terungkap dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2017 di Ambon, Maluku, awal Februari 2017. Presiden Joko Widodo dalam acara itu mengatakan digitalisasi komunikasi telah membuat setiap individu menjadi produsen berita yang membanjiri media sosial.

Berita itu ada yang baik, tetapi banyak pula yang bohong, membuat gaduh, penuh caci maki, bahkan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Ya, begitulah fenomena digitalisasi komunikasi. Setiap orang jadi mempunyai akses terhadap media sosial, seperti facebook, twitter, path, dan instagram. Mereka bebas mengekspresikan pengalaman, asumsi, prasangka, bahkan mengunggah serta menyebarkan kembali informasi yang tak jelas kebenarannya secara cepat. Informasi yang kemudian diketahui bohong (hoax) itu tak jarang memprovokasi follower-nya, yang kemudian men-share-nya kembali sehingga membuat isu tersebut membesar.

Eh, ada pula media massa seperti suratkabar, radio, televisi, dan media online ikut mengutipnya maka informasi hoax itu pun menggelinding bak bola salju yang menghantam ke sana-kemari. Media massa yang suka mengutip informasi hoax dari media sosial atau siber umumnya memang senang menyebarkan sensasi. Tujuannya adalah mendongkrak tiras atau rating. Namun media massa arus utama (mainstream) tidak akan melakukannya, karena mengutamakan praktik jurnalistik profesional dalam mencari, mengolah hingga menyiarkan berita. Media mainstream mementingkan akurasi, keseimbangan, kelengkapan, dan kecermatan dalam menyampaikan berita, sedangkan media sosial cenderung mendahulukan kecepatan tanpa check and balance sehingga kerap menebarkan kegaduhan.

Praktik profesional media mainstream itu tercermin dalam Kode Etik Jurnalistik yang disahkan Dewan Pers, seperti termaktub dalam beberapa pasal. Misalnya, pasal 1 bahwa “Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk” serta pasal 3 bahwa “Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.”

Selain itu, Undang-Undang No. 40/1999 tentang Pers juga mengatur praktik jurnalistik media mainstream, sebagaimana bunyi pasal 3 ayat (1) bahwa “Pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial.” Malah dalam pasal 5 ayat (1) diatur bahwa “Pers nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah.”

Rambu-rambu etika dan hukum itu pertanda media massa mainstream sejatinya anti hoax. Kalau mereka melakukan pelanggaran dalam pemberitaan bakal dikenakan sanksi moral maupun hukum. Karena itu, tidak salah Presiden Joko Widodo menyebut media mainstream lebih bisa diajak bicara guna mengantisipasi pemberitaan negatif, sebaliknya media sosial cenderung sulit dikendalikan.

Buktinya, kasus kejahatan dengan menggunakan internet termasuk media sosial justru meningkat di berbagai daerah di Indonesia, meski sudah ada Undang-Undang No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Contoh di Jakarta, kasus kejahatan melalui dunia siber terus bertambah dari 500 kasus pada tahun 2011, menjadi 650 kasus pada 2012, lalu menjadi 900 kasus di tahun 2013. Maka untuk melawan media penebar hoax yang menyebabkan peningkatan kasus kejahatan siber sepatutnya kita dukung Dewan Pers melakukan verifikasi terhadap media massa di negeri ini, sebagaimana sudah disepakati dalam Piagam Palembang pada 2010 lalu. Ada 76 media massa sudah terverifikasi, yang akan disusul ribuan media massa lagi.

Langkah verifikasi ini semakin mempertegas bahwa media massa mainstream memang anti hoax.

Oleh : Bersihar Lubis (Pemimpin Redaksi Harian Medan Bisnis).

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,685PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.