http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Malthus Jadi Tersangka OTT di ATR/BPN Deli Serdang

MENARAnews, Medan (Sumut) – Kepala Seksi Survei, Pengukuran dan Pemetaan BPN Deli Serdang Malthus Hutagalung ditangkap Tim Saber Pungli Polda Sumut saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan di kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) kabupaten Deli Serdang pada Jumat (10/02/2017) sekira pukul 15.00 WIB. 

Petugas juga mengamankan sembilan orang yang sampai sekarang satatusnya masih sebagai saksi. Diantara sembilan orang itu, Kepala BPN Deli Serdang Kalvyn Andar Sembiring juga turut ditahan.

“Modus operandinya, tersangka memaksa meminta sejumlah pungutan tidak resmi untuk penerbitan tujuh berkas peta bidang tanah,” kata Direktur Kriminal Khusus Kombes Pol Habinsaran di Mapolda Sumut, Senin (13/02/2017).

Tersangka meminta uang Rp 75 juta kepada korban untuk mengurus penerbitan berkas itu. Uang itu dikuar biaya resmi yang disetor korban ke bank. Koban telah memberikan Rp 30 juta kepada Malthus sebagai setoran awal. Kemudian korban melapor kepada polisi yang selanjutnya melakukan OTT terhadap tersangka.

“Di TKP, korban memberi Rp 20 juta lagi kepada tersangka. Kemudian kita geledah laci yang bersangkutan, ketemu Rp 52 juta. Lalu ketemu lagi di kendaraan yang bersangkutan Rp63 juta,” ujar Toga.

Toga menyebutkan, dalam OTT tersebut, sepuluh orang diangkut dari lokasi ke Mapolda Sumut untuk diperiksa, termasuk tersangka, Kepala BPN dan korban. Pengembangan pun kemudian dilakukan dengan menggeledah kediaman tersangka di Jl Jermal IV, Medan Denai.

Hasilnya, petugas menemukan uang tunai Rp 123,9 juta, 4 ribu Ringgit Malaysia, 8 ribu Dolar Singapura, dua sertifikat tanah, empat BPKB motor dan enam BPKB mobil. Selain itu, petugas juga menemukan buku tabungan bank Mandiri atas nama Hadi Wijaya dengan saldo rekening Rp 1,936 miliar.

“Kepala BPN masih kami minta keterangan sebagai saksi. Tapi kalau ada aliran dana dan berkaitan dengan tersangka, tidak menutup kemungkinan untuk ditetapkan sebagai tersangka juga. Sejauh ini, belum ada dokumen dan bukti yang mengarah ke sana,” kata Toga.

Hingga saat ini, polisi baru menetapkan dan menahan Malthus sebagai tersangka. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 12 huruf e UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Ancaman hukumannya minimal lima tahun penjara,” ujar dia.

Sementara itu, Wakapolda Sumut Brigjen Agus Andrianto menambahkan, pihaknya masih akan terus mengembangkan kasus tersebut.

Saat ini, Agus mengatakan, penyidik masih menelusuri pemilik rekening Rp1,936 miliar yang ditemukan di rumah tersangka.

“Penyidik juga akan mendalami kasus TPPU (tindak pidana pencucian uang), terutama terkait temuan rekening Rp1,936 miliar itu. Kan ada dokumen, sertifikat juga. Mudah-mudahan tersangka mau membuka yang terlibat dan dari analisis keuangan nanti akan ditelusuri aliran dananya,” kata Agus. (Yug)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,707PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.