http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Ini Masalah Gudang Obat Dinas Kesehatan Palangka Raya

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, kembali melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Dinas Kesehatan khususnya ke gudang obat, Kemudian kunjungan dilanjutkan ke BLK milik Dinas Tenaga Kerja Kota Palangka Raya.

“Pertama kunjungan Komisi C ke gudang Obat milik Dinas Kesehatan, gudang obat inilah yang menyuplai obat ke semua Puskesmas yang ada. Dari pantauan kami, ternyata ruangan gudang obat cukup terbatas,” ungkap Sekretaris Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Subandi saat menjelaskan hasil kunker mereka, Jumat (17/2) di Kantor DPRD Kota Palangka Raya.

Disampaikan dia, dari informasi  petugas kesehatan, bahwa gudang obat tersebut pada tahun 2017 ini akan dilakukan perehaban agar memenuhi standar gudang obat, salah satunya yang harus direhab adalah ruang pendingin.

“Sementara yang ada sekarang masih manual, sehingga nantinya setelah dilakukan perehaban gudang, diharapkan nanti penempatan obat-obatan bisa maksimal dan terjamin keamanan maupun kehigienisnya,” beber dia.

Lebih lanjut Subandi menjelaskan, disamping gudang obat ada juga gudang alat kesehatan (Alkes). Namun dalam kunjungan dewan tersebut, petugas kesehatan di sana mengeluhkan bahwa dulunya struktur lama berupa Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD), sekarang tidak lagi menjadi UPTD, tapi membawahi salah satu bidang di Dinas Kesehatan.

Akibatnya, kata mereka, ada kesulitan dalam pelayanan. Karena Kapala Bidang (Kabid) berkantor di Dinas Kesehatan lingkup Pemerintah Kota, sehingga staff yang ada di gudang obat tersebut manakala ada hal-hal prinsip yang harusnya jadi kewenangan/kebijakan dari Kepala Dinas maupun Kabid yang membidangi, tidak berani mengambil keputusan saat itu juga.

“Karena memang mereka harus berkoordinasi dengan Kepala Dinas maupun Kabidnya, dan membutuhkan waktu lama karena pemangku kepentingannya tidak berada di gudang obat tersebut. Beda dengan dulu saat ada UPTD, staf dan Kabidnya berada di tempat sehingga semuanya dapat tertangani dengan baik,” ujar anggota Dewan dua periode ini.

Oleh sebab itu, lanjutnya, mereka sangat berharap kepada pemerintah kota dalam hal ini Walikota Palangka Raya HM Riban Satia, agar struktur UPTD dikembalikan pada unit gudang obat tersebut supaya proses birokrasi dan koordinasinya berjalan dengan baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Sampai sekarang untuk stok obat Kota Palangka Raya, cukup. Tapi merekapun sangat berharap apabila stok obat secara umum mengalami kekosongan di gudang, maka seyogyanya diberikan kewenangan kepada Puskesmas menggunakan anggaran Kapitasi untuk mengadakan obat, agar tidak sampai terjadi kekosongan obat,” ujarnya.

Sementara, anggota Komisi C lainnya Hj Mukarramah juga mengatakan, terdapat kekurangan pada jumlah staf yang bekerja di gudang obat, dan ini perli dijadikan perhatian.

“Di gudang obat karyawan/staf hanya 8 orang, sehingga kekurang tenaga. Disamping itu, mereka juga kekurangan tenaga Apoteker, yang ada sekarang dari dinas diperbantukan kesana. Kedepan diharapkan harus ada perbaikan dan pembenahan dalam memberikan pelayanan, khususnya dikembalikan ke struktur UPTD dan penyediaan tenaga Apoteker,” cetusnya menambahkan.(AF)

Editor : Hidayat

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,689PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.