http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

DPW FSPMI Jawa Tengah Peringati HUT ke-18 dengan Unjuk Rasa

MENARAnews, Semarang (Jateng) – Puluhan Buruh dari Federasi Serikat Buruh Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Tengah, merayakan ulang tahun FSPMI ke-18 dengan menggelar aksi turun ke jalan di depan kantor gubernur Jawa Tengah, kota Semarang, Senin (06/02).

Dalam aksinya, Buruh menyampaikan berbagai aspirasinya terkait permasalahan tenaga kerja di Indonesia, yang saat ini dirasa sangat membebani kehidupan buruh khususnya di Jawa Tengah. Buruh menilai, banyak kebijakan pemerintah dalam bidang ketenagakerjaan yang tidak pro rakyat dan cenderung kapitalis.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua DPW FSPMI Jawa Tengah, Aulia Hakim, pada saat orasi.

“Kami menuntut agar pemerintah mencabut PP No. 78 tahun 2015 tentang Pengupahan, karena dinilai sebagai produk kapitalis dan tidak pro rakyat,” katanya.

Disamping itu, para buruh juga menilai pemerintah tidak berupaya untuk membendung adanya tenaga kerja asing (TKA) yang ilegal dan unskilled, dimana selama ini banyak terdengar kasus TKA ilegal di beberapa daerah.

“Selama ini di media banyak beredar informasi terkait TKA yang unskilled, dan di lapangan banyak juga TKA yang menjadi buruh kasar. Hal ini justru dapat mengurangi peluang kerja buruh-buruh kita,” ujar Hakim.

Hakim juga menambahkan, adanya rencana revisi Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan akan semakin memperburuk kondisi buruh di Jawa Tengah khususnya. Hal ini dikarenakan adanya rencana perubahan status kerja dan jaminan pensiun yang akan merugikan kaum buruh.

“Kalau kita diam, maka nasib buruh di Jawa Tengah akan tetap seperti ini. Karena dalam revisi tersebut, status buruh yang tetap akan diubah menjadi kontrak, hal ini tentunya sangat merugikan kita,” imbuhnya.

Isu lainnya yang juga dibahas dalam aksi tersebut yaitu kebijakan kenaikan harga bahan pokok, termasuk tarif dasar listrik (TDL), BBM, STNK, dan BPKB.

“Kenaikan beberapa bahan pokok termasuk TDL, BBM, STNK, dan BPKB sangat mempengaruhi kehidupan buruh, karena sebagian besar buruh menggunakan motor sebagai alat kendaraannya,” kata Hakim sebelum mengakhiri orasinya.

Pantauan dari reporter MENARAnews, perayaan ulang tahun FSPMI ke-18 melalui aksi unjuk rasa tersebut berjalan lancar dan tertib. Massa membubarkan diri setelah beberapa perwakilan FSPMI diterima oleh pihak kantor gubernur Jawa Tengah, pukul 11.30 Wib. (da)

Editor: N. Arditya

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,381PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.