http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Akademisi Sebut Bank Sumut yang Gunakan Jasa Broker Dekat dengan Praktik Korupsi

MENARAnews, Medan (Sumut) – Akademisi M Erwin menjelaskan, penggunaan jasa broker asuransi Bank Sumut menjurus pada parktik korupsi. 

“Itu menjurus pada tindak pidana korupsi. Sebab, penggunaan jasabroker selaku pihak ketiga dalam sebuah urusan akan menimbulkan biaya. Dan, pembiayaan seperti itu tidak dibenarkan bagi badan usaha miliknegara (BUMN) maupun badan usaha milik daerah (BUMD),” ujar Erwin kepada wartawan di Medan, Rabu (23/02/2017).

Dia juga menjelaskan Bank Sumut sebagai BUMD tidak seharusnya menggunakan jasa broker untuk menentukan pihak asuransi yang menjamin debitur.

“Perlu diingat, Bank Sumut merupakan badan usaha yang permodalannya diperoleh dari pemerinah. Itu artinya modalnya merupakan uang negara. Munculnya pembiayaan yang tidak seharusnya terjadi dalam operasional sebuah BUMN/BUMD dapat disimpulkan sebagai tindakan yang merugikan negara. Itu korupsi!,” sebutnya.

Keharusan bagi Bank Sumut menjalankan mekanisme tender dalam menentukan perusahaan asuransi penjamin kredit, sebelumnya juga telah dikemukakan Wakil Direktur (Wadir) Pusat Studi Hukum dan Pembaharuan Peradilan (PusHpa) Sumut, Nuriono Menurutnya, kewajiban itu diatur oleh undang-undang dan sejumlah produk hukum turunannya, yang mengikat seluruh lembaga pemerintahan maupun BUMN/BUMD.

Karenanya, dia menegaskan patut didalami lebih lanjut mengapa Bank Sumut menggunakan jasa broker asuransi dalam kegiatan bisnisnya. Dan, ini merupakan pertanyaan besar yang harus dijawab oleh manajemen Bank Sumut maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Pertama, harus ada dulu persetujuan jajaran direksi untuk pemilihan perusahaan asuransi yang akan dijadikan rekanan. Setelah itu, harus ada setidaknya tiga perusahaan asuransi yang diajukan, agar bisa jadi pembanding,” beber Nuriono.

Setelah syarat-syarat itu dipenuhi, lanjut dia, barulah kemudian dilaksanakan lelang, untuk menentukan perusahaan asuransi mana yang akan dijadikan rekanan. Dan, hasil lelang sifatnya mengikat, tidak dapat diganggu gugat, kecuali jika di kemudian hari ditemukan fakta bahwa proses lelang tidak berjalan fair.

“Ketika sebuah perusahaan asuransi sudah dipilih menjadi rekanan, harus dipahami pula apa-apa saja yang ditawarkan. Jangan sampai preminya tinggi tapi jaminannya sedikit. Kalau begini, maka patut diduga ada permainan dalam proses lelang,” tukasnya.

Sebelumnya, penggunaan jasa broker asuransi oleh manajemen Bank Sumut dikritik oleh Anggota Komisi C DPRD Sumut, Muhri Fauzi Hafiz. Politisi Demokrat ini mengaku heran, mengingat di Pemprov Sumut memiliki perusahaan asuransi bernama PT Asuransi Bangun Askrida.

“Idealnya debitur Bank Sumut dijamin oleh Askrida. Sehingga, keuntungan yang diperoleh dari proses penjaminan akan masuk keperusahaan asuransi milik rakyat Sumut itu,” ujar Muhri.

Dijelaskannya, dalam setiap akad kredit (transaksi pinjaman) para debitur (peminjam dana) mesti dijamin oleh lembaga atau perusahaan asuransi. Ini merupakan sebuah aturan yang ditetapkan oleh OJK untuk menghindari kerugian besar di pihak bank, jika suatu saat terjadi hal-hal di luar dugaan terhadap debitur atau nasabahnya. Salah satu produk yang digunakan dalam konteks ini adalah asuransi jiwa. (Yug)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,689PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.