http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Ahok Masih Terdakwa, Mahfud MD Berikan Saran Yuridis Kepada Jokowi

MENARAnews, Jakarta – Masa cuti kampanye bagi pasangan calon petahana, Basuki T Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat telah berakhir pada Sabtu (11/02/2017). Hal ini membuat Ahok dan Djarot resmi kembali aktif dalam jabatannya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Aktifnya Ahok dan Djarot ini ditandai dengan serah terima laporan nota singkat pelaksanaan tugas dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumarsono di Balai Kota, Sabtu sore. Dalam kesempatan itu, Djarot dan pejabat pemerintahan DKI Jakarta juga turut hadir meramaikan acara tersebut

Namun demikian, aktifnya Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta dinilai bisa menimbulkan polemik. Pasalnya, berdasarkan Undang-Undang Pilkada, Ahok yang saat ini berstatus sebagai terdakwa kasus dugaan penistaan agama, seharusnya dinonaktifkan sementara dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta setelah masa cuti kampanye berakhir. Tapi hingga saat ini, pemberhentian sementara ini belum dilakukan oleh Presiden Joko Widodo.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh, pakar hukum pidana, Romli Atmasasmita, kembali aktifnya Ahok dalam jabatannya sebagai Gubernur DKI merupakan bentuk pelanggaran terhadap UU Pemerintah Daerah (Pemda) dan UU Pilkada

“Jika Ahok kembali menjadi Gubernur maka pemerintah melanggar dua instrumen hukum tersebut,” kata Romli dalam akun twitternya @rajasundawiwaha

Romli menambahkan, pemberhentian sementara Ahok harus dilakukan karena hukumnya wajib, tidak boleh ada pengecualian. “Masa cuti kampanye berakhir, maka pemberhentian sementara berlaku dan Plt gubernur harus diperpanjang lagi,” tambahnya

Sementara itu, hal senada juga disampaikan oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. Ia menyatakan bahwa Jokowi harus segera mengambil sikap terkait permasalahan ini, yaitu dengan mengeluarkan Perppu apabila tidak menonaktifkan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta, mengingat terdapat pasal yang mewajibkan kepala daerah yang menjadi terdakwa dengan ancaman di atas lima tahun penjara harus diberhentikan.

“Berdasarkan Undang-Undang, Pasal 83 ayat 1, dijelaskan bahwa kepala daerah yang berstatus sebagai terdakwa  harus diberhentikan sementara. Tidak ada pasal yang bisa menafikan itu,” kata Mahfud MD

Mahfud menjelaskan, jika memang ada upaya mempertahankan Ahok, pemerintah terlebih dahulu harus mencabut pasal yang ada dalam UU Pilkada agar tidak melangar hukum. Presiden bisa melakukan pencabutan pasal tersebut dengan Perppu atau dengan hak subjektifnya. Namun demikian, Presiden harus bisa mempertanggungjawabkan penggunaan hak subjektif ini secara politik apabila ada anggapan bahwa Jokowi mengistimewakan Ahok

“Hal ini bisa dilakukan asal Presiden mau menanggung akibat politik terkait pencabutan Perppu tersebut. Jadi disini saya memberi jalan Yuridisnya. Presiden dalam hal ini memiliki hak subjektif. Hak subjektif itu artinya Presiden bisa menyampaikan alasan-alasan yang ditentukan sendiri. Tapi dampaknya harus dipertanggungjawabkan sendiri secara politik pada masa sidang DPR berikutnya,” jelasnya.

Mahfud menegaskan, penonaktifan sementara Ahok ini juga tidak bisa menunggu tuntutan, mengingat hal itu adalah amanah dari Undang-Undang yang harus dilakukan

“Tidak ada peraturan hukum lain yang bisa membenarkan Ahok menjabat kembali sebagai Gubernur DKI Jakarta tanpa mencabut pasal itu. Hal ini dikarenakan undang-undang jelas menyebutnya bukan tuntutan seperti dikatakan Mendagri,” kata Mahfud

Sementara itu, Kementrian Dalam Negeri memiliki argumen berbeda dalam menyikapi permasalahan ini, Kemendagri memilih menunggu tuntutan jaksa penuntut umum terhadap Ahok. Hal ini dikarenakan Ahok dikenakan dua pasal yakni Pasal 156 dan Pasal 156a KUHP, yang masing-masing memiliki ancaman hukuman paling lama empat dan lima tahun penjara.

Dengan dua dakwaan tersebut, Kemendagri menyatakan masih perlu menunggu kepastian pasal mana yang akan digunakan jaksa dalam tuntutan. (ADF)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,381PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.