http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Tuntutan Belum Direalisasikan, Buruh Mogok Makan dan Bicara

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Rencana aksi mogok makan yang disampaikan oleh sejumlah karyawan yang tergabung di dalam Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kalteng kepada Menaranews.com beberapa hari lalu ternyata bukan isapan jempol.

Sekitar 28 karyawan Perusahaan Besar Swasta (PBS) Perkebunan Kelapa Sawit PT. Mukti Sawit Kahuripan (MSK) dan PT. Surya Inti Sawit Kahuripan (SISK), melakukan aksi tersebut pada Selasa (31/01), di Bundaran Besar Kota Palangka Raya.

Dalam aksi tentunya bertujuan agar pihak perusahaan yang bersangkutan segera merealisasikan segala tuntutan yang disampaikan selama ini, seperti mengembalikan sistem pengupahan lama, serta meminta perusahaan agar segera menyelesaikan tanggungjawabnya kepada karyawan.

Salah seorang buruh PT. SISK yang ikut dalam aksi, Saminem ketika diwawancarai menyampaikan, dirinya meminta keadilan serta menuntut hak-hak yang belum dibayar oleh pihak perusahaan.

“Selama ini kan kita dibohongin aja oleh perusahaan, ketika di lapangan kita diberitahu perusahaan pengupahannya sistem borong, tapi nyatanya tidak. Saya sudah usaha kemana-mana, ga tau lagi mau ngadu kemana,” ujar Saminem.

Hal senada disampaikan oleh Panatus, dirinya bersama dengan teman-teman buruh lain dengan kesadaran pribadi menuntut agar perusahaan memenuhi hak-hak karyawan yang selama ini tidak dilakukan oleh pihak perusahaan.

“Kita hanya menuntut hak kita. Selama ini Pemerintah Daerah dinilai masih belum maksimal membantu buruh. Saya tidak pernah dipaksa untuk melakukan kegiatan ini, murni dari niat dan tekat kami,” ujar Panatus.

Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) SBSI Kalteng Djasa Tarigan menjelasakan, aksi mogok makan yang dilakukan merupakan suatu bentuk protes terhadap kondisi yang ada, dimana hak-hak buruh di dua perusahaan tersebut diatur dengan semena-mena oleh pihak perusahaan.

“Sistem pengupahan, sistem kerja diputuskan secara sepihak oleh manajemen perusahaan. Dan tidak ada musyawarah dan mufakat. Anjuran pemerintah baik kabupaten maupun provinsi melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menganjurkan perusahaan mengubah sistem pengupahan perusahaan yang ada, namun tidak digubris (perusahaan),” ujar Djasa Tarigan.

Bahkan, lanjut Djasa Tarigan, sejak awal persoalan ini seolah-olah perusahaan tidak memperdulikan masalah yang dihadapi oleh buruh.Pihaknya menilai, Perusahaan selalu melakukan pembenaran dengan alasan sistem pengupahan merupakan keputusan dari manajemen pusat.

“Saya berharap Pak Gubernur Kalteng sendiri bisa melihat jernih persoalan ini, dan dapat menyelesaikannya. Kita tetap akan melakukan aksi mogok kerja sampai mereka yang melakukan mogok makan ini tumbang semua,” jelasnya menambahkan.

Disisi lain, Ketua SBSI Kalteng, Hatir Sata Tarigan menyampaikan, perusahaan perkebunan kelapa sawit khususnya PT. Makin Group terlalu banyak masalah. Kapan perlu boikut produksi dari Perusahaan bersangkutan.

“Karena mereka ini telah menelantarkan karyawannya. Tidak hanya di Sampit, tapi di Barito Utara juga ada ribuan karyawan yang terlantar, begitu juga di Palembang dan semuanya. PT. Makin Group ini selalu bermasalah dengan buruh,” tutupnya.(arli)

Editor: Hidayat

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,689PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.