http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Program Kesejahteraan Sosial Masih Dirasa Terkendala

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Meski Pemerintah Pusat telah memberikan program kesejahteraan sosial seperti sekolah gratis, pengobatan gratis dan sebagainya kepada warga masyarakat khsusunya yang tidak mampu, akan tetapi program kesejahteraan tersebut dinilai masih belum memberikan dampak begitu besar khususnya bagi masyarakat di Kabupaten Seruyan yang masih mendapat kendala terkait jauhnya akses kesehatan dan pendidikan.

Hal tersebut mengemuka dalam forum Dialog Ekonomi Gubernur BI, Agus D.W Martowardoyo bersama jajaran Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten atau Kota se Kalteng di Swissball Hotel Danum Kota Palangka Raya selasa (17/01) kemarin.

Ketika Perwakilan Pemeritah Kabupaten Seruyan yang berkesempatan hadir ketika itu menyapaikan, meski Pemerintah telah menggeratiskan biaya berobat, tapi masyarakat masih kesulitan terkait biaya transfortasi atau perjalanan begitu juga dengan pendidikan.

“Dalam kesempatan yang baik ini, setidaknya ada masukan seperti apa agar masyarakat ini bermartabat, artinya mandiri,” tanya Perwakilan Pemerintah Kabupaten Seruyan itu kepada Gubernur BI yang juga selaku narasumber dialog ekonomi.

Menjawab pertayaan yang dilontarkan, Agus D.W Martowardoyo menyampaikan, program sosial yang ada saat ini sangat luar biasa. Seperti program kesehatan seperti BPJS, program sosial seperti program keluarga harapan, Program Indonesia Pintar dan lain sebagainya.

“Ini sangat luar biasa. Jadi apa yang disampaikan tadi dapat dikoordinasikan langsung dengan Gubernur Kalteng, dan BI khsusunya di wilayah akan ikut berpartisipasi untuk berkoordinasi,” jelas Agus.

Koordinasi BI yang dimaksudkan dikatakan, bagaimana program yang sudah dilakukan oleh Pemerintah bisa diterima oleh masyarakat khususnya di Kabupaten Seruyan. Jika pelayanan kesehatan gratis seperti BPJS ada tapi fasilitas pelayanan kesehatannya tidak ada.

Tentu akan menjadi persoalan yang serius. Begitu juga dengan persoalan program pendidikan gratis. Jika programnya ada, lanjutnya lagi menyampaikan, tapi fasilitas pendidikan tidak ada tentu akan menjadi masalah.

“Tentu hal ini ada hubungannya dengan kesejahteraan rakyat. Ada beberapa tips yang akan saya berikan. Pertama yang paling penting adalah, kita mesti membangun daerah yang kompetitif dan daya saing yang tinggi,” jelas Agus menambahkan.

Dengan adanya keinginan untuk menjadikan daerah yang memiliki daya saing yang tinggi dan kompetitif diharapkan tumbuh lebih baik kedepan. Sebagai gambaran, lanjut Agus, bagaimana daerah bisa pandai mengelola kekayaan alam.

Jika daerah sendiri tidak pandai mengelola hasil kekayaan alam yang ada, konsekuensi yang diterima daerah yakni daerah bersangkutan hanya bisa menerima inpor saja dan tidak melakukan ekspor.

“Inpornya lebih besar dari pada ekspornya. Karena kita senangya beli dari luar dan bukan meng eksport ke luar. Seharusnya kita itu mengeskpor. Terus diantara negara di Asia terbesar seperti Malaysia, Thailan, Filipina semua komplen, dan cuma Indonesia yang tidak, ada yang salah di Negara Indonesia ini,”tutupnya.(arli)

Editor: Hidayat

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,694PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.