http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Maraknya Aksi Unjuk Rasa, Ini Tanggapan Al Ustadz Abdurrahman Ayyub

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah masyarakat berbagi wilayah di Indonesia termasuk di Kalimantan Tengah mengenai berbagai macam masalah, termasuk masalah salah satu organisasi masyarakat yang dianggap tidak sesuai dengan Pancasila mendapat tanggapan dari berbagai kalangan.

Al Ustadz Abdurrahman Ayyub selaku Staf Ahli Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia ketika diwawancarai Menaranews.com menanggapi masalah tersebut usai memberikan tausiah pada kegiatan Tabligh Akbar dan Daurah Nasional Sabtu (21/01), di Palangka Raya.

Abdurrahman Ayyub lebih menekankan dengan apa yang disampaikan oleh Nabi Besar Muhammad SAW dalam beberapa Hadist, dengan alasan jika hal itu dijawab dengan pengetahuan yang dimilikinya dimungkinkan dapat menimbulkan kesalahpahaman.

“Jawbannya menggunakan hadist saja, dan bukan sesuai dengan otak saya kok, cape kalau pake otak. Kadang-kadang bisa salah. Hadis Nabis SAW bersabda bahwa akan muncul seorang diantara pemimpin yang tidak sesuai petunjuk yaitu Al-Qur an dan tidak berpegang dengan Sun’nah,” ujar Ustadz Abdurrahman Ayyub di Palangka Raya.

Dilanjutkannya, akan tegas diantara mereka para pemimpin, dan hati mereka hati setan di badan manusia. Nabi Muhammad SAW menerangkan bahwa akhir zaman itu, akan ada pemimpin yang tidak berpegang terhadap Al-Quran dan Sun’nah.

Terus para sahabat bertanya? Apakah yang kami buat dengan seorang pemimpin seperti itu ya Rasullullah. Apakah nabi menyuruh berontak, demo dan sebagainya!, akan tetapi ketika itu Nabi menjawab “dengar dan ta’at”.

“Kalau harta kamu dirampas dan punggung kamu dicambuk setiap hari, Nabi kita suruh ‘dengar dan ta’at’. Ente suruh berontak, ente disuruh demo, silahkan. kalau saya ga mau, saya bukannya mau ngajak orang. Silahkan yang mau brontak atau demo itu hak seseorang. Tapi Ane ikutin apa kata Nabi,” ujarnya menjelaskan kembali.

Dikatakan dalam sebuah tafsir, lanjutnya menambahkan lebih dalam, salah satu perampasan harta adalah pajak, karena sudah ada kewajiban untuk membayar zakat.

“Jadi memang pajak itu salah satu bentuk rampasan-rampasan dari pemimpin kepada rakyat. Nabi suruh ta’at, ya bayar. Kalau tidak tutup nanti perusahaan. Saya tanya bayar pajak?, kalau ga bayar kendaraan ditilang. Ya udah bayar. Kembali lagi Nabi nyuruh ‘dengar dan ta’at’,” Kata Al Ustadz Abdurrahman Ayyub menjelakan kembali.

Dirinya mengakui bukan tidak pernah melaksanakan atau mengikuti demo atau berontak. Akan tetapi dirinya pribadi sudah merasa jenuh akan aksi demikian. Al hasil ujung-unjungnya tidak beres dimana masih ada unsur dunia lainnya seperti kekuasan.

“Ikut Nabi aja, hati ini kelar dan plong rasanya. Yang jelas ga boleh ta’at kepada kemaksiatan tapi kepada Allah. Semua ta’at kepada yang makrub. Pemerintah membuat kebijakan yang makrub kita ta’at, yang maksiat, tidak,” ujarnya lagi.

Salah satu contoh, seandainya kebijakan pemerintah mewajibkan masyarakat memberikan sumbangan untuk membangun kasino terbesar di Indonesia, jangan kita ta’ati. Akan tetapi tidak semua kebijakan Pemerintah tidak dita’ati. Hanya produk yang mengarah ke kemaksiatan yang tidak ditaati.

“Jangan karena satu kebijakan kita brontak semua kebijakan, yang ada itu khawariz namanya. Misalnya aja pemimpin nyuruh kita nyumbang bikin kasino terbesar kalau tidak kita dipenjara atau ditembak, bayar karena nyawa lebih penting. Tapi bayar dengan tidak ihklas,” tutupnya.(arli)

Editor: Hidayat

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,699PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.