http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Ketua PMII Sumut: Bukan Islam, Tapi Organisasi yang Tidak Tepat di NKRI

MENARAnews, Medan (Sumut) – Bobby Niedal Dalimunthe, Ketua Umum Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumatera Utara (Sumut) mendukung Lima Resolusi 2017 Mahasiswa Indonesia yang dicetuskan di Jakarta pada 19 Januari 2017 lalu. Ditegaskannya bahwa poin utama dalam rilis tersebut adalah mendesak Pemerintah untuk membubarkan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang bertentangan dengan Pancasila.

“Bukan Islam yang mau dibubarkan.. Tapi organisasi yang tidak tepat di negara Republik Indonesia ini,” tegasnya melalui akun media sosialnya kemarin, (20/1/2017).

Sebelum itu, Bobby juga memposting Lima Resolusi 2017 Mahasiswa Indonesia yang merupakan hasil kajian sejumlah organisasi kemahasiswaan di Indonesia, antara lain PMII, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI), dan Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI).

“Berikut kami kirimkan Lima Resolusi 2017 Mahasiswa Indonesia yang kami sampaikan dalam Konferensi Pers hari ini di Rumah Makan Handayani, Matraman,’ tulisnya.

Lima Resolusi 2017 Mahasiswa Indonesia

(PB PMII, PP GMNI, PP PMKRI, PP GMKI, PP KMHDI, PP HIKMAHBUDHI)

Saat ini Indonesia sedang berada di tengah fase darurat kebangsaan, dimana ada beberapa oknum dan kelompok yang terus berupaya memecah belah keutuhan dan kedamaian Indonesia. Kondisi ini menjadi keprihatinan nasional bagi seluruh anak bangsa yang harus disikapi segera sehingga kita dapat mencegah terjadinya disintegrasi bangsa dan konflik horizontal di tengah masyarakat.

Melihat situasi tersebut, maka kami Mahasiswa Indonesia yang tergabung di dalam organisasi PMII, GMNI, GMKI, PMKRI, HIKMAHBUDHI, dan KMHDI menyampaikan LIMA RESOLUSI 2017 MAHASISWA INDONESIA:

  1. Mendesak kepada pemerintah untuk membubarkan Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS) yang bertentangan dengan Pancasila.
  2. Mendukung pihak Kepolisian untuk menuntaskan proses hukum dugaan pelanggaran hukum yang diduga dilakukan oleh saudara M. Rizieq Shihab.
  3. Meminta kepada pemerintah melalui aparat hukum untuk menindak tegas para pelaku tindakan intoleran yang menganggu kedamaian kehidupan berbangsa dan bernegara seperti kasus bom di Samarinda dan pembubaran ibadah di Sabuga, Bandung.
  4. Menyerukan kepada seluruh anak bangsa untuk bersatu menjaga kedamaian dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila.
  5. Meminta kepada pemerintah untuk menjaga marwah Negara dan mempercepat terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Demikian resolusi ini kami sampaikan. Terimakasih atas kerjasama dan perhatian rekan-rekan jurnalis.

Salam Hormat,

Aminuddin Ma’ruf (Ketum PB PMII)

Chrisman Damanik (Ketua PP GMNI)

Angelius Wake Kako (Ketua PP PMKRI)

Sahat Martin Philip Sinurat (Ketum PP GMKI)

Putu Wiratnaya (Ketua PP KMHDI)

Sugiartana (Ketua PP HIKMAHBUDHI)”

Sebelumnya, Sekjen PMII Pusat Abdul Haris Walli mendorong pemerintah untuk membubarkan ormas yang intoleran, salah satunya Front Pembela Islam (FPI).

“Kami minta (ormas intoleran) dibubarkan. Tidak hanya FPI, tapi semua organisasi yang tingkah lakunya bertentangan dengan nilai Pancasila,” ujar Haris di Jakarta, Kamis (19/1/2017).

(SN)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,707PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.