http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Ini Gambaran Perekonomian Kalteng Dari Sudut Pandang Gubernur BI

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Menghadapi tantangan perekonomian kedepan yang tidak semakin mudah, serta membangun suasana kondusif perekonomian di Kalimantan Tengah, tentunya diperlukan koordinasi, kerjasama, kolaborasi lebih efektif lagi antara Bank Indonesia (BI) dengan pemangku kepentingan.

Menyikapi perihal tersebut, Gubernur BI, Agus D.W Martowardoyo dalam sambutan pada kegiatan pelaksanaan serah terima jabatan dari PLT Kepala Perwakilan BI Kalteng, Setian kepada Waryanto selaku Kepala Perwakilan BI Kalteng yang baru memberikan penjelasan tentang bagaimana kondisi ekonomi global hingga ke tingkat provinsi khususnya Provinsi Kalteng.

Agus D.W Martowardoyo menyampaikan, tahun 2016 Indonesia diterpai berbagai dinamika global berbagai domestik serta menuntut kewaspadaan yang tinggi. Serta mengharuskan pengambilan kebijakan strategis, dilakukan secara hati-hati dan terukur agar tepat sasaran.

“Pemilihan Presiden di Amerika Serikat, situasi perekonomian di kawasan Eropa dan Tiongkok yang belum kondusif serta proyeksi kenaikan suku bunga acuan dolar Amerika Serikat yang sudah mulai direalisasikan pada bulan desember 2016 kemarin, telah memberikan tekanan pada neraca dan berdampak pada nilai tukar rupiah pada dolar Amerika ” ujar Agus D.W Martowardoyo selasa (17/01) di Swissbell Hotel Danum Kota Palangka Raya.

Meski mengalami kondisi yang demikian, koordinasi dan sinergitas kebijakan yang dilaksanakan oleh Pemerintah baik Pusat atau Daerah dan Bank Indonesia, ujarnya, mampu meredam tekanan tersebut. Bahkan nilai tukar rupiah ke dolar Amerika Serikat pada tahun 2016 masih mengalami apresiasi di bidang 2,34 persen dibandingkan akhir tahun 2015.

Sementara itu perekonomian domestik pada tahun 2016 secara nasional relatif terjaga baik. Yang mana gerak inflasi masih di tingkat 3,02 persen, pertumbuhan ekonomi triwulan ke III pada tahun 2016 mencapai 5,02 persen. BI sendiri mencatat, pencapaian tersebut dikarenakan adanya keberhasilan pengendalian inflasi dan memaksimalkan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalteng.

“Selama tahun 2016 kami mencermati, inflasi di Kalimantan Tengah dapat dikendalikan dengan baik pada angka 2,11 persen. Dan pertumbuhan ekonomi Daerah triwulan III tahun 2016 mencapai 6,02 persen. Atas perstasi ini kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah, kepada tim pengendali inflasi Daerah (TPID), pemangku daerah dan pemangku kepentingan lainya,” ungkapnya menambahkan.

Hal tersebut menandakan, Pemerintah Daerah mampu membangun perekonomian dan peningkatan kesejahteraan penduduk dengan baik. Tentu pencapaian keberhasilan itu tidak lepas dari koordinasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah, Bank Indonesia dan Pemangku kepentingan lainya dalam pengambilan kebijakan-kebijakan di bidang perekonomian.

Proyek Infrastruktur di Kalteng Mampu Majukan Perekonomian

Agus Martowardoyo menilai, Transformasi yang saat ini sedang berlangsung di Kalteng dalam membangun pertumbuhan ekonomi yang lebih baik lagi, BI akan mendukung secara penuh, tentunya juga didukung oleh semua pemangku kepentingan yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan perekonomian di Daerah.

Dilanjutkannya kembali, proyek-proyek infrastruktur yang sedang berlangsung saat ini diyakinan akan mampu memajukan perekonomian, belum lagi adanya rencana pembangunan rel kereta api antara Puruk Cahu-Batanjung dengan jarak 125 Km, ditambah rencana jalur kereta api Palangka Raya-Banjarmasin dengan jarak 180 Km.

“Demikian pula dengan pembangunan Bandara di Kabupaten Barito Utara serta Pengembang Bandara Tijilik Riwut dan Badara di Pangkalan Bun akan memberikan kesempatan yang lebih besar bagi kemajuan perekonomian di Kalimantan Tengah. Belum lagi pembangunan pelabuhan industri di Baranjung, Kabupaten Kapuas serta pembangunan (Pelabuhan) Segintung Kabupaten Seruyan,” paparnya.

Disisi lain Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran mengakui, tatangan perekonomian kedepan akan semakin tinggi, belum lagi tekanan kondisi perekonomian global berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi secara nasional.

“Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah secara kumulatif sampai dengan tahun 2016 triwulan III mencapai 5,64 persen atau lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi di tahun sebelumnya di angka 7,01 persen” jelas Sugianto Sabran.

Dijelaskanya kembali, realisasi inflasi di tahun 2016 Provinsi Kalteng tercatat pada angka 2,11 persen dari tahun ke tahun atau berada di bawah tingkat inflasi nasional dan Provinsi lain di regional Kalimantan. Hal ini ujar Sugianto, menunjukkan inflasi di Kalteng dapat terjaga pada level yang rendah, sehingga menjaga daya beli masyarakat khsusunya Kalteng.(arli)

Editor: Hidayat

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,689PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.