http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Cegah Paham Radikalisme dan Terorisme di Kalimantan Tengah

MENARAnews, Sampit (Kalteng) – Dalam rangka menanggulangi paham radikal dan terorisme di Kalimantan Tengah, Yayasan Imam An Nawawi Kota Palangka Raya bekerjasama dengan Badan Nasional Penganggulangan Terorisme (BNPT) melaksanakan tablig akbar dan daurah nasional dengan tema “Pencegahan Paham Radikalisme dan Terorisme untuk Kalteng Aman dan Damai,” Sabtu, (20/01) di Masjid Darussalam, Palangka Raya.

Tidak tanggung-tanggung, dalam tablig akbar tersebut, berlaku sebagai penceramah adalah Staf Ahli BNPT Ustad Abdurrahman Ayyub, dimana sebelumnya telah melakukan kegiatan yang sama di Masjid Imam Nawawi Kota Palangka Raya.

Dalam ceramahnya Abdurrahman Ayyub menyampaikan, bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil aalamin, yakni agama yang mengajarkan tentang persaudaraan dan kedamaian. Jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya, Indonesia merupakan negara yang sangat damai dan sangat menjunjung tinggi toleransi.

“Bahkan pada masa lampau, para Wali (Wali Sono. Red) juga menyebarkan agama islam di wilayah Indonesia dengan damai,” jelasnya.

Namun dalam perkembangannya, lanjutnya, saat ini terdapat sekelompok orang yang melakukan tindakan dengan mengatasnamakan agama islam, padahal hal-hal tersebut tidak diajarkan oleh islam. Salah satu kelompok yang sudah terkenal adalah ISIS (Islamic State of Iraq and Syria), belum lagi banyak kelompok yang masih bergerak secara rahasia.

“Masyarakat harus tahu bahwa kelompok atau seperti ini selalu melakukan penyebaran pemahamannya dengan rahasia dan menyentuh semua elemen,” ujarnya.

Dirinya menyampaikan, ada beberapa ciri dari kelompok tersebut, diantaranya takfir yang artinya gampang mengkafirkan orang lain, dan juga melakukan tindakan pengrusakan dan hal-hal lainnya yang tidak diajarkan oleh agama.

Meskipun Kalimantan Tengah merupakan daerah yang aman, lanjut Abdurrahman Ayyub lebih dalam, bukan berarti sudah terhindar dari pengaruh kelompok-kelompok tersebut. Pengaruh perkembangan teknologi dan informatika, memudahkan kelompok radikal dan terorisme untuk merekrut masyarakat melalui dunia maya, khususnya media sosial untuk dijadikan sebagai anggotanya.

“Berdasarkan data yang ada, sekitar 1.000 orang Indonesia sudah bergabung dengan ISIS, belum lagi yang belum terdata,” jelasnya menambahkan.

Dirinya menghimbau kepada masyarakat agar dapat lebih waspada terhadap kelompok yang ciri-cirinya seperti halnya sudah dijelaskan sebelumnya, dan menghindari kelompok tersebut.

“Marilah kita jaga kedamaian dan keutuhan NKRI bersama-sama,” tutupnya.(dyt)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,694PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.