http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

ASITA Harapkan Pemerintah Percepat Pembangunan Jalur Lingkar Parapat-Kabanjahe

MENARAnews, Medan (Sumut) – Meski Danau Toba sudah ditetapkan sebagai bagian dari destinasi prioritas nasional, Sumatera Utara masih dianggap tidak mempunyai sebuah destinasi yang bisa dijadikan single destination.

Hal tersebut seperti disampaikan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) dalam perayaan hari jadi mereka ke 46 yang diadakakan di Lucky King Restoran, Medan pada Sabtu (21/1/2017).

Diwakili oleh Ketua ASITA Sumatera Utara, Solahuddin Nasution, ASITA menilai ketiadaan singledestinationm membuat para pengusaha penyedia perjalanan wisata (travel) terpaksa menjual paket wisata yang menggabungkan beberapa destinasi yang sebenarnya mempunyai jarak yang jauh.

“Contohnya dalam paket wisata ke Danau Toba, kami terpaksa menggabungkannya dengan objek wisata lain di Sumatera Utara seperti Brastagi dan Bukit Lawang”, ujar Solahuddin mencontohkan.

Namun penjualan paket wisata yang demikian sebenarnya sangat terkendala dengan persoalan akses menuju lokasi-lokasi wisata tersebut. Hal tersebut menciptakan ketidakefisiensian untuk waktu para wisatawan. Sehingga untuk memaksimalkan kunjungan wisata ke Sumut, dibutuhkan konektifitas khusus diantara objek-objek wisata itu.

Pembangunan Jalan tol Medan-Tebing Tinggi yang sekarang sedang dikembangkan juga dinilai tidak akan cukup membantu. Oleh sebab itu perlunya pengembangan jalur lingkar luar dari Danau Toba menuju Kabanjahe via Simarjarunjung. Jalur wisata yang mengkoneksikan Kawasan Danau Toba menuju Brastagi tersebut dianggap akan lebih menarik untuk para wisatawan. Karena dengan jalur tersebut, wisatawan dapat mengunjungi tempat wisata dengan jalur yang berbeda.

Selain itu, pembangunan jalur menuju Brastagi itu juga diharapkan dapat mengurangi beban jalur wisata Medan-Brastagi yang selama ini rentan dengan kemacetan. Bahkan beberapa waktu yang lalu, sempat ada kemacetan panjang jalur Berastagi-Medan yang memakan waktu tempuh lebih 6 jam dari biasanya hanya 2 jam perjalanan.

“Jika sudah terlalu padat, seringkali terjadi macet panjang akibat longor yang kerap melanda kawasan tersebut”, sebut Solahuddin.

Menanggapi penyampaian ASITA, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara, Ibnu Sri Hutomo yang datang untuk mewakili Gubsu mengatakan, saat ini pemerintah provinsi yang bekerjasama dengan pemerintah pusat memang tengah menyiapkan revitalisasi di kedua jalur tersebut.

“Untuk jalur wisata dari Medan-Brastagi ataupun sebaliknya, sudah kita anggarkan di APBD. Ini kita sedang usahakan bagaimana caranya membuat jalur itu tetap aman untuk dilalui,” sebut Ibnu. (Kar)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,707PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.