http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Selama 2 Tahun, Ribuan Nelayan Di Pandeglang Tidak Dapat Bantuan dari Pemprov Banten

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Sudah hampir 2 tahun, ribuan nelayan di Pandeglang tidak mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Banten saat nelayan tidak bisa melaut akibat cuaca buruk. Padahal sebelumnya, bantuan tersebut rutin terlaksana dari Badan Ketahanan Pangan Provinsi Banten.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pandeglang, Tata Nanzariyadi mengaku, tidak mengetahui alasan mandeknya bantuan logistik berupa beras bagi nelayan yang tidak bisa melaut.

“Tahun-tahun kemarin sudah jelas, ketika nelayan tidak melaut, itu dibantu logistik berupa beras. Tetapi sampai saat ini sudah hampir 2 tahun, tidak menerima bantuan tersebut,” ujarnya, Selasa (20/12/2016).

Tata mengungkapkan, pihaknya bukan tidak berupaya untuk menagih hal tersebut. Karena sejak bulan April, DKP telah melayangkan surat pengajuan bantuan bagi 4.568 nelayan kepada Pemprov Banten. Tata pun menyayangkan sikap Pemprov yang dinilai tidak merespon pengajuan dari Pemerintah Daerah. Seharusnya, saat ini mereka sudah membalas surat yang dikirim DKP.

“Saya tidak tahu dimana persoalannya. Padahal kita dari DKP selalu mengajukan kepada Pemprov Banten. Seharusnya dibalas, apa kekurangan kami, kelemahan kami. Dibalas dong melalui surat resmi,” terangnya.

Meski selama 2 tahun puasa bantuan logistik bagi nelayan dari Pemprov, namun Tata tidak mengetahui apakah hal yang sama menimpa Pemda yang lain. Hanya saja dirinya menyatakan, seharusnya Pemprov bisa memberi prioritas kepada Pemkab Pandeglang. Mengingat Pandeglang memiliki jumlah nelayan yang banyak.

“Saya belum tahu apakah daerah lain juga mengalami hal yang sama. Tetapi setidaknya, nelayan kita sangat besar ada 14 TPI (Tempat Pelelangan Ikan),  apalagi di kita hampir 11 kecamatan memiliki laut pesisir, dan mereka hidupnya bergantung terhadap laut. Ini sangat berpengaruh terhadap dampak kesulitan masyarakat. Kalau tidak dibantu, bagaimana kehidupan mereka,” keluhnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban menuturkan, seharusnya Pemprov tetap menjalankan program yang menyentuh masyarakat. Kendati demikian, dirinya mencurigai adanya oknum tertentu yang mempermainkan bantuan tersebut. Pasalnya berdasarkan kajian Disertasi mahasiswa Universitas Indonesia, pernah ditemukan adanya bantuan bagi nelayan di Pandeglang yang tidak tepat sasaran.

“Saya ingat hasil Disertasi pejabat UI, ada kasus ternyata kelompk nelayan tidak clear. Masih ada kelompok nelayan yang menerima bantuan bukan yang seharusnya. Jadi tidak tepat sasaran. Kasus itu harus diinvestigasi,” bebernya.

Lebih lanjut, politisi Golkar itu menyarankan kepada Pemprov untuk menggandeng Pemprov dalam segala bentuk pencairan bantuan agar tepat sasaran. Mengingat, sebagai pemilik wilayah, Pemkab lah yang mengetahui situasi dan kondisi di lapangan.

“Kalau perlu, gandeng kita yang mengetahui situasi kondisi di lapangan. Jadi tidak langsung direct, agar bantuan ini termanfaat maksimal dan bisa sedikit banyak berkontribusi dalam pembangunan Pandeglang,” tutup Tanto. (Kr)

 

Editor: Irdan

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,685PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.