http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Lagi, BOS dan BKSDA Kalteng Lepasliarkan 11 Orangutan

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Dalam rangka memperingati Hari Konservasi Margasatwa Sedunia atau World Wildlife Conservation Day yang jatuh pada 4 Desember, Borneo Orangutan Survival Foundation (Yayasan BOS) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah kembali melepasliarkan 11 orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR).

Yayasan BOS yang menargetkan untuk melepasliarkan total 250 orangutan kembali ke habitat alami mereka sampai akhir tahun ini bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah.

Jamartin Sihite, CEO Yayasan BOS menyapaikan, Yayasan BOS di tahun ini saja sudah menerima 27 orangutan masuk ke pusat rehabilitasi kami di Nyaru Menteng, sementara jumlah yang dilepasliarkan dalam kurun waktu yang sama, 41 orangutan.

“Jika kondisinya tidak berubah, kapan kita bisa benar-benar menyelamatkan populasi dan habitat orangutan? Ini pertempuran kita bersama. Kita tidak boleh kalah dan membiarkan orangutan punah. Kita harus menang dan satu-satunya cara untuk menyelamatkan orangutan dan habitatnya adalah melalui kerja sama dengan semua pemangku kepentingan di semua lini.” ujar Jamartin Sihite dalam press release yang dikirimkan ke MENARAnews, Selasa (06/12).

Disisi lain, Bupati Kab. Katingan, H. Ahmad Yantenglie, dukungan penuh atas upaya ini, kawasan taman nasional ini menrupakan kawasan konservasi yang ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO, Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya Wilayah Kalimantan Tengah merupakan wilayah hutan yang sangat kaya, dan kita wajib menjaga kondisi ini.

“Hari ini kami juga meresmikan dibukanya Kebun Raya Katingan, sebagai perwujudan tekad pemerintah Kabupaten Katingan dalam mendukung upaya konservasi habitat. Dalam kesempatan yang sama, kami juga dengan gembira melepasliarkan orangutan rehabilitasi dari BOS Nyaru Menteng untuk yang ketiga kalinya ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.” paparnya.

Dijelaskannya, Kabupaten Katingan merasa bahwa kita sudah berada dalam jalur yang sangat tepat dalam mengupayakan konservasi orangutan dan habitatnya di Kalimantan Tengah. Kami akan berusaha keras mendukung upaya ini agar selalu berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, Dr. Nandang Prihadi menjelaskan, rangkaian kegiatan pelepasliaran yang dilaksanakan oleh Yayasan BOS pada tahun ini perlumendapat apresiasi.

“Sebenarnya kita tidak perlu menanti status konservasi orangutan di Kalimantan berubah menjadi sangat terancam punah dulu, baru kita semua bergerak lebih aktif. Namun kondisi saat ini memang telah sangat mendesak, dan upaya kita bersama untuk menjamin orangutan yang di pusat rehabilitasi bisa dilepasliarkan kembali, sekaligus menjaga agar populasi liar yang masih ada di habitatnya terlindungi, termasuk seluruh keanekaragaman hayati di dalamnya,” jelas Nandang.

Hal senada juga disampaikan Kepala Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) Wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, Ir. Bambang Sukendro, yang mengatakan bahwa Kerja sama dengan Yayasan BOS dan BKSDA Kalimantan Tengah dalam melepasliarkan orangutan rehabilitasi dari Nyaru Menteng ke TNBBBR untuk melestarikan orangutan Kalimantan dan habitatnya merupakan upaya yang harus kita apresiasi dan dukung bersama.

“Sejauh ini kami masih memantau perkembangan dari 18 orangutan yang dilepasliarkan dalam dua kesempatan sebelumnya, dan kami berharap, sebelas orangutan rehabilitasi yang kita lepasliarkan hari ini, akan menambah populasi orangutan liar di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya ini.” ujarnya.

Dia menambahkan, Yayasan BOS menyadari bahwa upaya konservasi orangutan dan habitatnya hanya bisa dicapai melalui kerja sama erat dan dukungan semua pihak, dan selalu berusaha menjalin kerja sama dengan Pemerintah Indonesia di semua tingkat, antara lain Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BKSDA Kalimantan Tengah, Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, dan Pemerintah Kabupaten Katingan.

Dilain pihak, Rosenda Chandra Kasih, USAID LESTARI Kalimatan Tengah Landscape Coordinator mengatakan, Kerjasama antara Yayasan BOS, BKSDA dan Pengelola TNBBBR adalah contoh kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat dalam penyelamatan spesies-spesies kunci di Kalimantan Tengah.

“USAID LESTARI akan selalu mendukung upaya-upaya yang dilakukan masyarakat, pemerintah dan sektor swasta untuk menyelamatkan, memelihara dan memberikan rumah yang baik bagi fauna seperti orangutan. Kami berkeyakinan dengan pengelolaan lahan dan hutan yang lebih baik (improved land and forest governance), cita-cita itu akan terpenuhi,” harapnya.(arli)

Editor: Hidayat

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,689PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.