http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Harry Hartanto Jabat Ketua GAPKI Sumsel Periode 2016-2019

MENARAnews, Palembang (Sumsel) – Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi perkebunan kelapa sawit cukup besar. Saat ini, luas areal perkebunan kelapa sawit di Sumsel mencapai 1,1 juta hektar dengan kepemilikan 45 persen petani kebun.

Dikatakan, sejauh ini perkebunan kelapa sawit di Sumsel telah memberikan kontribusi besar dalam mensejahterahkan masyarakat. “Capaian produksi CPO pertahunnya mencapai 2,85 juta ton, dan ini didukung oleh keberadaan pabrik pengolahan kepala sawit sebanyak 62 unit, dengan kapasitas terpasang 3,235 ton TBS per jam,” ucap Sekretaris Daerah Sumsel, Joko Imam Santoso dalam sambutannya pada pelatikan pengurus Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) cabang Sumsel di Hotel Arista Palembang, Kamis (8/12).

Sejauh ini, lanjut Joko, keberadaan kelapa sawit di Sumsel telah memberikan kontribusi besar dalam mensejahterakan rakyat. “Perkebunan kelapa sawit telah berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan, pengembangan wilayah, perbaikan lingkungan pada lahan kritis dan penyediaan bahan baku bagi pemenuhan kebutuhan pangan dan non pangan,” tambahnya.

Joko juga mengatakan, Pemprov Sumsel juga tengah mempersiapkan hilirisasi minyak sawit di kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjung Api-api.

“Dengan hilirisasi ini diharapkan Sumsel tidak hanya akan mengekspor produk CPO, tetapi juga produk turunannya seperti minyak goreng, mentega, deterjen, sabun, shampo, biodiesel, pelumas, biogas, bioetanol dan biolistrik. Semua bentuk industri sawit tersebut tentunya akan disertai dengan prinsip tata kelola sawit yang berkelanjutan,” tukasnya.

Sementara itu, pada pelantikan pengurus GAPKI cabang Sumsel untuk periode 2016-2019, Harry Hartanto dilantik secara langsung oleh Ketua Umum GAPKI Joko Supriyono.

Harry mengatakan, pihaknya akan terus berupaya untuk memajukan industri kelapa sawit agar tetap berkembang dengan baik. “Industri ini harus terus dikembangkan, karena sudah terbukti berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya saat diwawancarai.

Dijelaskan, total lahan kelapa sawit yang ada ada di Sumsel mencapai 1,2 juta hektar, dan lebih dari 50 persen merupakan lahan milik masyarakat. “Hampir 52 persen lahan kelapa sawit yang ada di Sumsel milik masyarakat,  yang terdiri dari 2 bentuk yakni bermitra dengan perushaan ataupun swadaya,” jelasnya.

Diterangkan juga, dari tahun 1990 hingga tahun 2015 jumlah petani sawit di Sumsel terung meningkat, yakni mencapai 335 ribu lebih. “Penyerapan tenaga kerja pada perkebunan sawit di Sumsel pun terus meningkat. Dari tahun 2000 yang hanya 15 ribu orang, pada tahun 2015 lalu tercatat sebanyak 487 ribu,” urainya.

Harry juga mengatakan, sampai saat ini dari 250 perusahaan kelapa sawit yang ada di Sumsel, baru 68 perushaan yang sudah bergabung dengan GAPKI. “Kita terus berusaha agar mereka mau bergabung, bahkan sudah ada imbauan dari pemerintah kepada mereka untuk bergabung dengan GAPKI,” pungkasnya.(Fbr)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,707PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.