http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

AMPERA : Pemerintah Indonesia Harus Menyikapai Masalah Politik Internasional

MENARAnews, Jayapura (Papua) –  Aliansi Mahasiswa, Pemuda dan Rakyat  (AMPERA) Papua meminta kepada Pemerintah Indonesia segera menyikapi masalah politik Internasional, terutama dalam upaya merekontruksi dan menyelesaikan masalah – masalah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Aliansi Mahasiswa, Pemuda dan Rakyat (AMPERA) Papua, Stenly Salamahu Sayuri. Ia mengatakan, momentun 1 Desember yang merupakan hari dimana orang Papua manifestokan identitas politik akan tetapi ULMWP juga mengajak seluruh masyarakat menandatangani petisi sebagai bentuk dukungan basis dan kepercayaan publik Papua terhadap diplomasi mereka.

“Hal yang dilakukan ULMWP bisa menjadi ancaman mengamati respon dunia internasional terhadap perjuangan kemerdekaan Papua yang mulai mengalami perubahan,” kata, Stenly Salamahu Sayuri, dalam jumpa pers di Abepura, Jumat (9/12/16).

Dikatakan, Pemerintah Indonesia selalu mengggunakan pola diplomasi klasik, yakni diplomasi politik dan ekonomi, sehingga apabila kita bandingkan dengan kedua level diatas, jelas ULMWP masih berada diatas.

“Tak tanggung – tanggung ULMWP mendapat  dukungan dari enam kepala negara di kawasan pasifik di Sidang Umum PBB ke  – 71 sempat membuat Pemerintah Indonesia kebingungan,” jelasnya.

Sementara itu,  Ketua Umum Kesatuan Anak Adat Papua (KAAP), Fransiskus Magai meminta, kepada Pemerintah Indonesia harus bisa menyelesaikan masalah – masalah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), dalam hal ini Presiden Joko Widodo harus secara jikwa besar meminta maaf juga kepada masyarakat Papua dan khususnya kepada korban – korban pelanggaran HAM di Tanah Papua.

“Apakah ULMWP akan diterima menjadi full member di MSG?, jelas tidak, sehingga Pemerintah Indonesia perlu menyelesaikan secara baik semua persoalan yang menyangkut Papua,” katanya.

Koordinator Front Papuan Independent, Paulinus Ohee, di tempat yang sama mengatakan, Kami dari FPI berharap kasus – kasus pelanggaran HAM diatas tanah papua harus di selesaikan dengan baik. mengingat tanggal 10 Desember merupakan hari HAM kami meminta kepada negara ini, sesuai dengan UU45, tentang Hak Asasi Manusia, pasal 28 a – j implementasinya tidak berjalan baik.

“Perlu adanya penyadaran dan ditingkatkan kepada bangsa Indonesia, dan kami minta kasus pelanggaran HAM di Paniai yang sampai saat ini belum ada kejelasan,” tuturnya. (Surya)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,689PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.