Rohingya Dibantai, IMM Aceh Pertanyakan Nobel Perdamaian Suu Kyi

MENARAnews, Banda Aceh (Aceh) – Tragedi kemanusiaan yang menimpa muslim Rohingya di Myanmar menarik perhatian dunia internasional, khususnya negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam. Melihat kondisi tersebut, Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Aceh, Mizan Aminuddin mempertanyakan Nobel Perdamaian yang didapat oleh Aung San Suu Kyi.

“Jika jabatannya tak memberikan pengaruh apa-apa, lebih baik dicabut sekalian,” tulis Mizan dalam siaran pers yang diterima oleh menaranews.com.

Menurunya, Aung San Suu Kyi yang merupakan pimpinan faksi politik Liga Nasional untuk Demokrasi (LND) seolah tak berdaya disaat puluhan ribu umat muslim Rohingya dibantai, diperkosa bahkan dibunuh. Hal ini, tambahnya, sangat tidak bisa ditolerir karena sudah diluar batas dan tidak manusiawi. Pemerintah Myanmar disinyalir melalukan pembiaran atas kebrutalan yang menghilangkan umat muslim secara terang-terangan.

“Kami mengutuk keras atas kebiadapan yang terjadi di Myanmar saat ini,” ungkapnya.

Pandangan Aceh sebagai daerah yang dikenal dengan Syariat Islamnya, pihaknya mengharapkan pihak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI agar mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi  untuk mengambil langkah-langkah konkret agar kondisi di Myanmar dapat terbendung.

Untuk diketahui, sebuah citra satelit yang dipublikasikan Human Rights Watch (HRW) menunjukkan, 820 bangunan di desa-desa itu hancur antara 10 hingga 18 November 2016. Menurut data HRW, lebih dari 1.200 rumah telah diratakan di desa-desa yang dihuni kaum Muslim Rohingya dalam enam minggu terakhir. (AM)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!