Infrastruktur Buruk, Warga Blokade Jalan Wisata Carita

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Ratusan massa yang terdiri atas Aliansi Masyarakat Carita Menggugat melakukan aksi memblokir jalan Labuan-Carita. Tindakan mereka ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap Pemerintah yang tidak memperhatikan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah tersebut. Padahal, daerah tersebut dikenal sebagai daerah wisata.

“Jalan disepanjang Jalan Carita penuh lubang. Jembatan rusak, ambrol bahkan ada yang bergeser. Penerangan jalan juga minim. Padahal jalur ini dilalui wisatawan dari berbagai daerah,” ujar Koordinator Lapangan, Ahmad Franky disela-sela orasi, Rabu (02/11/2016).

Menurutnya, dengan kondisi yang terjadi saat ini, terlihat ketidakberpihakan Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan  Provinsi Banten terhadap dunia pariwisata di Carita. Bahkan seolah pariwisata Carita dianaktirikan, lantaran simbol ikon sebagai wisata Pemerintah tidak sejalan dengan perhatian yang diberikan. Kerusakan itu diperparah dengan aktivitas kendaraan besar yang kerap hilir mudik tanpa dikontrol Pemerintah, terutama terkait dengan tonasenya.

“Kita bayar PJU (Penerangan Jalan Umum). Pajak lainnya kita bayar. Kita seakan jadi sapi perah. Pemda sekarang lebih fokus ke Tanjung Lesung. Kita kaya ditinggalkan,” keluhnya.

Salah seorang warga, Sandi menambahkan, setiap harinya ada sekitar 5 pengendara yang menjadi korban kerusakan jalan di Jalur Carita-Labuan. Belum lalu kendaraan wisatawan yang kerap tersangkut di jembatan Lippo yang belum juga selesai dikerjakan. Jika ini tidak segera ditanggulangi, maka akan semakin banyak korban yang berjatuhan.

“Fungsi jalan sebagai sarana peningkatan pelayanan publik dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Jalan disini yang rusak itu mencapai 20 kilometer,” paparnya.

Bahkan massa mempertanyakan APBD Pemprov Banten yang mencapai Rp 19 triliun namun tidak mampu membangun infrastruktur pendukung di Carita. Oleh karenanya, massa menggugat agar Bupati Pandeglang harus mengawal wisata di Carita serta memajukan industri wisata di daerah tersebut.

“Anggota DPR tingkat I, II, bahkan DPR RI harus bisa bersinergi dan bisa membawa misi perubahan serta kemajuan terhadap wisata selayaknya sebagai Wakil Rakyat. Pemprov Banten juga kami tuntut untuk memperhatikan dunia pariwisata di Carita dan tidak menganaktirikan pariwisata Carita,” paparnya.

Akibat aksi ini, jalur Carita-Labuan maupun sebaliknya sempat mengalami kemacetan hingga 1 kilometer. Massa mengancam akan kembali memblokade jalan jika dalam waktu 1 pekan, tuntutan mereka tidak diindahkan. (Kr)

Editor: Irdan

Comments
Loading...