Kejari Pandeglang Panggil Dua Saksi, Apa Hasilnya?

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang terus menggali keterangan dari sejumlah saksi, guna menemukan titik terang kasus dugaan korupsi Tunjangan Daerah (Tunda) guru di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Pandeglang tahun 2011-2015. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, pagi Kejari kembali melakukan pemeriksaan terhadap pejabat yang pernah menduduki jabatan tertentu di Dindikbud. (04/10/2016) 

Dalam pemeriksaan kali ini, Kejari langsung memanggil dua saksi, yakni Bendahara Dindikbud periode 2012-2013, Tata Sopandi, dan Agus Erman Setiawan selaku Kasubag Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan Dindikbud Pandeglang. Mereka diperiksa dengan waktu berbeda, dimana Tata Sopandi lebih dulu diperiksa sejak pukul 09.00 WIB.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pandeglang Feza Reza mengatakan, pemeriksaan terhadap Tata dan Agus guna mendapatkan keterangan mengenai perjalanan penganggaran dana Tunda di lingkungan Dindikbud. Hal itu dilakukan untuk mengetahui berapa besaran kerugian negara dalam dugaan kasus penggelembungan dana Tunda.

“Hari ini kami panggil terperiksa, mengenai apakah mengetahui berapa besaran anggarannya, mengenai penandatanganan SPP-nya, dan mekanisme alur pencairan tunda itu sendiri,” ujarnya.

Feza menuturkan, hingga saat ini penyidik terus mempercepat proses penanganan dugaan kasus tunda tersebut. Oleh karena itu, lembaganya bakal melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi lainnya. Sedangkan ketika ditanya mengenai dua alat bukti pada kasus tersebut, Feza mengaku masih terus melakukan pencarian dengan cara memintai keterangan terhadap saksi-saksi dan lainnya.

“Kalau untuk dua alat bukti sudah meningkat, kita juga enggak mau lama-lama menangani kasus ini,” imbuhnya.

Usai diperiksa, Tata Sopandi yang keluar pada pukul 13.30 WIB mengungkapkan bahwa kedatangannya hanya sebatas memberikan keterangan mengenai alur pencairan dana tunda guru. Namun, ketika disinggung mengenai pertanyaan yang diajukan Penyidik, Tata enggan membeberkannya, termasuk soal besaran Tunda yang diselewengkan.

“Hanya sebatas memberikan kesaksian, semoga keterangan yang saya berikan semoga yang terbaik bagi Dinas Pendidikan. Tetapi saya tidak tahu jumlah dana Tunda karena belum tahu sampai ke situ, harus sesuai. Alurnya juga saya tidak tahu ” ungkapnya sambil berlalu meninggalkan Wartawan. (Dnd)

Editor: Irdan

Comments
Loading...
error: Content is protected !!