Irna Geram Program SKPD Tidak Sinkron Dengan RPJMD

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Bupati Pandeglang, Irna Narulita geram terhadap sejumlah program Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang dinilainya tidak sinkron dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pandeglang. Sikap geramnya itu nampak saat kegiatan ekspos SKPD di Aula Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPKA) Pandeglang.

Irna sempat mencecar berbagai pertanyaan kepada SKPD yang dilihatnya tidak dapat menjabarkan program Rencana Kerja (Renja) dan Rencana Srategis (Renstra). Menurut Irna, ekspose yang dipaparkan Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pertanian dan Peternakan, serta Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga, tidak selaras dengan dengan visi dan misi Bupati Pandeglang. Tidak hanya mencecar pertanyaan, Irna juga bahkan sempat beberapa kali beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri lokasi SKPD yang sedang menyampaikan presentasi, untuk mencari tahu kejelasan paparan materi yang disampaikan.

“Jadi begini, dari RPJMD itu tentu saja SKPD harus mengejawantahkannya dengan program-program atau kegiatan. Program itu kan tidak hanya copy paste dari tahun lalu dan harus menyesuaikan dengan RPJMD yang sudah ditetapkan,” ungkap Irna seusai melakukan ekspose program di Aula DPKA, Kamis (13/10/2016).

Irna mengungkapkan, akan mendahulukan program-program di tiga SKPD yang belum selaras dengan RPJMD dan harus disesuaikan dengan visi dan misi yang berkaitan diantaranya maritim bisnis, argrobisnis dan pariwisata bisnis. Hal itu dilakukan karena masih ada waktu untuk diselaraskan kembali.

“Sebelum ada pembahasan dengan DPRD tentu saja masih bisa diselaraskan supaya kedepannya bisa mantap produksi baik itu Pajale di Distanak harus disiapkan, begitu juga dengan nasib nelayan jika butuh pemerintah hadir tentu harus disiapkan dan pariwisata juga harus diperkuat dari promosinya dan sebagainya,” ungkapnya.

Untuk itu, Irna meminta kepada SKPD yang dianggap tidak selaras, agar merevisi program-programnya, sebelum dibahas di DPRD.

“Jadi yang ibu mau itu angkanya keluar dan kegiatannya jelas. Kan waktunya masih lama nih, jadi masih bisa melakukan harmonisasi,” tegas bupati.

Sementara itu, Sekretaris Disparpora, Mustandri, membantah bahwa programnya itu tidak selaras dengan RPJMD dan visi dan misi Bupati. Ia berdalih, munculnya disharmonis saat ekspose SKPD lantaran belum dilakukan pelaksanaan sebab paparan yang disampaikan bersifat global.

“Di Disparpora juga programnya sesuai visi dan misi ibu, diantaranya pembenahan, peningkatan dan SDM pariwisata itu sendiri,” klaimnya. (Dnd)

Editor: Irdan

Comments
Loading...
error: Content is protected !!