Gelar Silaturahim Keluarga Besar Embay, Balon Wagub Banten: Ini Bukan Kampanye

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Seiring berjalannya waktu, pelaksanaan Pilkada Serentak 2017 semakin mendekat, masing-masing bakal calon berusaha mengumpulkan kekuatan untuk mendapatkan dukungan sebanyak-banyaknya. Begitu pula dengan salah satu bakal calon Wakil Gubernur Banten, Embay Mulya Syarif, pihaknya menggelar Silaturahim Keluarga Besar di Halaman Rumah H. Udin. (15/10/2016).

“Kegiatan ini bukan kampanye karena Embay belum ditetapkan sebagai Calon Wakil Gubernur tetapi masih berstatus bakal calon. Ini hanya bentuk silaturahim keluarga besar Embay Mulya Syarif. Mohon doanya agar selama pelaksanaan Pilgub berjalan dengan lancar hingga penetapan calon” ungkap Embay Mulya saat menyampaikan sambutannya.

Ia menegaskan, dirinya tidak akan terlibat dengan masalah proyek karena mentalnya sudah kuat terhadap bentuk korupsi seperti suap-menyuap.

“Tidak akan ribut masalah proyek, artinya tidak akan menerima uang sepeserpun dari pihak manapun karena mental yang dimiliki sudah kuat”, tambahnya.

Embay mengakui, pihaknnya tidak bisa nolak untuk mendampingi Rano sebagai calon Wagub Banten 2017, tidak ada alasan yang dapat disampaikan walaupun umur sudah mencapai 65 tahun.

Ia menuturkan, jangan membangun Banten seperti membangun Rumah Sakit yang isinya orang sakit, tapi membangun Banten seperti membangun Hotel yang isinya orang-orang sehat dengan kondisi tempat yang indah dan mewah.

Di tempat yang sama, salah satu tokoh masyarakat Pandeglang Aap Aptadi mengatakan, Embay Mulya Syarif wajar mencalonkan diri sbg Wagub karena merupakan salah satu pendiri Provinsi Banten. Pembentukan Provinsi Banten merupakan ide dari Embay Mulya Syarif.

“Orang Pandeglang wajar mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur karena orang Pandeglang adalah orang yang paling pertama dan berani mendukung pendirian Provinsi Banten”, imbuhnya.

“Di Provinsi Banten, terdapat banyak tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu. Namun, seperti yang kita ketahui, selama kepemimpinan Rano Karno, tidak ada keluarga Rano Karno yang terlibat dalam pemerintahan sehingga tidak ada tindak pidana korupsi yang dilakukan, bahkan Rano memajukan kondisi Kabupaten Pandeglang dengan membuat rencana pembangunan KEK Tanjung Lesung, Bandara dan Tol Panimbang”, pungkasnya.

“Rano-Embay adalah pemimpin yang paling cocok karena memenuhi kriteria-kriteria seorang pemimpin, keduanya adalah orang Banten, rumah Embay di Kota Serang dan rumah Rano di Tangerang Selatan. Jadi, orang Pandeglang berdosa jika tidak memilih Embay”, tandas Aap.

“Para pendukung Aap Aptadi ketika mencalonkan diri sebagai Bupati Pandeglang, diharapkan mengumpulkan suara untuk memenangkan pasangan Rano-Embay pada Pilgub 2017”, tutupnya. (IY)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!