Di Pandeglang, Penggunaan Alat Tangkap Cantrang Masih Marak

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pandeglang mengakui jika sampai saat ini, masih banyak nelayan yang menggunakan alat tanggap terlarang. Padahal sejak tahun lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan sudah melarang melalui Permen KPNo. 02 Tahun 2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela dan Pukat Tarik.

“Ada sekitar 200 kapal di sekitar Panimbang dan Labuan yang masih menggunakan alat cantrang, itu kita akui dan nelayan juga mengakuinya kalau itu terlarang,” kata Kepala DKP Pandeglang, Tata Nanzariyadi, Rabu (12/10/2016).

Namun, aktivitas mereka saat ini diklaim mulai berkurang, seiring dengan rutinnya Pol Air melakukan operasi, sehingga mereka memilih tidak melaut.

“Solusi yang kita tawarkan yakni menyediakan alat tangkat yang legal, nelayan dipersilakan mengajukan melalui proposal. Kita beri mereka bantuan alat tangkap yang lebih ramah seperti Puslon, Gilnet, Milenium, dan Rampus.,” tuturnya.

Tata menjelaskan, sulitnya nelayan beralih pada alat tangkap yang legal karena ketidakbiasaan. Akibatnya, banyak nelayan yang hingga kini masih ragu untuk mengajukan bantuan.

“Kita menyiapkan bantuan, tetapi mereka harus menyodorkan proposal dan kelompoknya memiliki legalitas. Kemungkinan itu, karena mereka belum berdiri dalam bentuk kelompok dan berbadan hukum,” terang Tata.

Meski diakui penggunaan alat tangkap terlarang seperti cantrang masih banyak digunakan, tetapi dirinya mengklaim bahwa “kenakalan” nelayan di Pandeglang tidak meliputi penggunaan bom ikan. Walau pada beberapa tahun lalu marak dilakukan, akan tetapi saat ini, pemakaian bom ikan sudah dapat ditekan.

“Saya lihat penggunaan bom ikan sudah mulai berkurang karena selalu dirazia hingga ke rumah,” klaimnya.

Untuk itu, lanjut Tata, DKP akan terus melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada para nelayan.

“Pembinaan selalu kita lakukan dengan sosialisasi larang-larang, kebijakan-kebijakan, kemudian program yang kita gelontorkan, kita akan melakukan pusat latihan untuk nelayan dan pengolahan ikan,” tutupnya. (Dnd)

Editor: Irdan

Comments
Loading...
error: Content is protected !!