Banyak Kendala Perekaman KTP Elektronik, Disdukcapil Pandeglang Gencar Lakukan Sosialisasi

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Pada dasarnya, kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program E-KTP di Kabupaten Pandeglang bersifat teknis semata, seperti kerusakan jaringan dari daerah ke pusat yang merupakan tanggung jawab dari Kemendagri. Selain itu, tingkat kesadaran masyarakat yang rendah juga dikhawatirkan dapat menghambat pelaksanaan program E-KTP tersebut.

“Gangguan konektivitas mengakibatkan data hasil perekaman di lapangan tidak dapat terhubung langsung ke database pusat”, terang Kabid Kependudukan Disdukcapil Kabupaten Pandeglang Tb. Agus M.

Secara umum, lanjut Agus, masyarakat di Kabupaten Pandeglang memiliki tingkat kesadaran yang rendah terhadap pembuatan E-KTP. “Mereka menganggap bahwa pembuatan KTP-Elektronik tidak begitu penting”, bebernya.

Disamping itu, kendala yang hampir sama pada setiap daerah, yaitu keterbatasan blangko yang tersedia sehingga mengganggu pelaksanaan administrasi pembuatan E-KTP.

Terakhir, biaya atau anggaran dalam pelaksanaan program E-KTP dinilai belum maksimal, pasalnya dana untuk pemeliharaan alat perekaman di tingkat kecamatan tidak dianggarkan.

Untuk menyikapi berbagai kendala yang dialami, Disdukcapil Pandeglang gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan harapan agar tingkat kesadaran masyarakat meningkat akan pentingnya pembuatan KTP Elektronik.

“Untuk mensukseskan program KTP Elektronik, kita jemput bola hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan untuk memberikan peringatan kepada masyarakat”, jelasnya.

Terkait keterbatasan blangko, pihakya telah meminta kuota tambahan untuk blangko KTP yang kurang agar kebutuhan E-KTP dapat terpenuhi.

“Kami sudah melaporkan kerusakan jaringan kepada Kemendagri dengan harapan segera dilakukan perbaikan jaringan yang bermasalah”, tutupnya.

Perlu diketahui, berdasarkan Data Statistik terbaru Disdukcapil Pandeglang, tercatat bahwa jumlah penduduk Kab. Pandeglang sebesar 1.141.752 orang, sementara jumlah wajib KTP sebanyak 863.716 orang. Total penduduk wajib KTP pada bulan September 2016 sebanyak 752.552 orang. Dari 752.552 orang tersebut ada sekitar 19.454 orang yang sudah direkam tapi belum dicetak terdiri dari 9.446 orang diendapkan dan sebanyak 10.008 siap cetak.

Sementara jumlah penduduk yang belum melakukan perekaman KTP sebanyak 111.164 orang. Secara persentase pencapaian yang sudah merekam sebesar 87,13 % dan sisanya yang belum direkam sebesar 12,87 %. (IY)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!