918 Unit Usaha Pariwisata, Angin segar untuk Perekonomian Maluku

MENARAnews, MALUKU (Ambon)– Kepala Bidang (Kabid) Produk dan Usaha, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Maluku, Keterina CH Huwae, mengakui Provinsi Maluku yang terkenal dimata Nasional sampai Internasional memimiliki 918 Unit Usaha Pariwisata.

 “918 Usaha Pariwisata yang dimiliki Provinsi Maluku, yakni usaha penyedian akomodasi sebanyak 246 unit, usaha jasa makan/minum 563 unit, usaha perjalanan wisata 109 unit. Bahkan ada usaha-usaha Pariwisata lainya yang tersebar di 11 Kabupaten/kota Maluku,” tutur Huwae kepada wartawan usai mengikuti kegiatan pembekalan Sumber Daya Manusia (SDM) Bidang Pariwisata, di Marina Hotel Ambon, Rabu (12/10).

 “Usaha-usaha tersebut sebagian besar belum memenuhi kewajiban yang harus dipenuhi oleh usaha Pariwisata, sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 10 tahun 2009 tentang Keparaisatawan,” katanya

 “Harus ada suatu ketegasan dari Pemerintah Daerah  Maluku dan Pemerintah Kabupaten/Kota akan sesuatu produk hukum yang harus dilaksanakan oleh pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban usahnya,” ujarnya

Huwea juga mengatakan, pembangunan parawisata tidak hanya meningkatkan ekonomi masyarakat, namun tidak terlepas pula dari konsep pembangunan berwawasan lingkungan dan sosial secara berkelanjutan, demikian pula dengan pengelolahan suatu usaha pariwisata yang dapat menciptakan iklim usaha yang sehat, komperetif dan berdaya saing tinggi serta peningkatan kualitas pelayanan. Dilain sisi, hal ini bisa berdampak positif   untuk kesiapan Maluku dalam upaya memberikan dukungan bagi pemerintah pusat dalam menghadapi Economi ASEAN beberapa waktu mendatang. Ujarnya

 (RM)

 

Comments
Loading...
error: Content is protected !!