Warga Mamua Minta Bangun Talud

MENARAnews, Ambon (Maluku) – Pasca banjir yang terjadi di Dusun Mamua Desa Hila Kecamatan Jazirah Laihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), 30 Juli-1 Agustus 2012 lalu, pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi hingga saat ini belum melakukan pembangunan talud yang berfungsi sebagai penyangga air saat banjir tiba.

“Dari pasca banjir hingga saat ini, masyarakat setempat tidak lagi membangun rumah di tempat yang menjadi sasaran banjir. Padahal, tempat tersebut sebelumnya dipenuhi oleh rumah penduduk. Hal itu dikarenakan warga setempat selama ini merasa ketakutan untuk membangun rumah, karena masih trauma dengan kejadian yang sama. Kami juga berharap agar pemerintah secepatnya dapat membangun talud untuk menjadi pertahanan pada saat banjir nanti. Jika tidak, maka Dusun Mamaua akan terus menjadi langanan dengan banjir dari tahun ke tahun.” Ucap La Andi, Warga Dusun Mamua kepada wartawan, Rabu (14/9/16).

Ia juga mengutarakan kekecewaan atas kelambanan pemerintah dalam membangun talud yang telah direncanakan sejak tahun 2012. Warga khawatir karena ketika terjadi banjir rumah yang ada di sekitar sungai terus menjadi sasaran kerusakan akibat hantaman banjir. Akibat banjir yang menghantan Dusun Mamua, penduduk yang ada di daerah itu saat ini sudah tidak lagi tertampung seperti sebelumnya. Karena sebagian warga sudah mulai membangun rumah, tidak lagi ditempat semula, tetapi sebaginya sudah membangun rumahnya di tempat lain.

“Mamua ini dulunya dusun besar dengan jumlah penduduk yang cukup banyak. Tetapi adanya banjir itu sehingga, sebagian warga mereka sudah membangun umah ke di tempat lain. Sehingga yang dulu penduduknya banyak sekarang tinggal sedikit,” jelasnya.

“Permintaan pengadaan talud itu, tidak hanya untuk kepentingan masyarakat Dusun Mamua sendiri. Tetapi demi kepentingan masyarakat Jazirah Laihitu secara keseluruhan. Pasalnya, Mamua memiliki satu buah jembatan yang menghubungkan antar kampung di Jazirah. Jika jembatan itu tidak diperhatikan dengan membangun talud untuk menahan hantaman banjir, nantinya sewaktu-waktu jembatan tersebut akan roboh akibat banjir. Dan itu akan berdampak pada arus trsanpotrtasi, yang ada di Jazirah Laihitu,” tambahnya. (RM)

Comments
Loading...