Tingkatkan Kesejahteran Masyarakat Tradisonal Melalui Program Cetak Sawah

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Program cetak sawah seluas 17.300 hektar atas kerjasama antara Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Kalteng dengan Kodam XII/Tpr yang ditandatangani pada bulan Februari 2016 diupayakan selesai di bulan September 2016.

Hal ini disampaikan oleh Danrem 102/Pjg Kolonel Arh. Purwo Sudaryanto. Kamis (01/09/2016) di Swiss BelHotel Danum Kota Palangka Raya, ketika dikonformasi menaranews terkait perkembangan kegiatan cetak sawah di wilayah Kalteng.

“Target itu kan kita memacu kerjaan kita biar cepat selesai dilapangan, karena pencetakan sawah ini digunakan untuk musim tanam dibulan Oktober sampai dengan Maret.” jelas Purwo Sudaryanto.

Dikatakannya, untuk luasan lahan yang dibuka pada tahun 2016 ini secara keseluruhan mengalami pengurangan seluas 750 hektar, dikarenakan adanya  rasionalisasi anggaran dari Pemerintah Pusat yang mana sebelumnya dianggarkan sekitar Rp.300 Miliar untuk luasan lahan yang dicetak 17.300 hektar, menjadi 16.550 hektar.

Dari luasan lahan yang mengalami rasionalisasi 16.550 hektar tersebut, saat ini peyelesaianya sudah mencapai 96 persen atau 15.888 hektar sudah dicetak, sehingga masih ada kekurangan luasan tanam yang belum dibuka sekitar 162 hektar tepatnya di Kabupaten Barito Selatan.

“Memang masih ada tersisa sedikit di Kabupaten Barito Selatan, karena saat dilakukan pengerjaan pembukaan lahan, lokasi yang rencanakan selalu mengalami banjir, dengan terpaksa lokasi direlokasikan ke wilayah Kabupaten Barito Timur,” tambah Purwo.

Dari lokasi yang sudah direlokasikan tersebut dirinya menginformasikan, sebelumnya Kabupaten Barito Selatan mendapatkan luasan lahan 2.000 hektar. Saat pelaksanaan pengerjaanya, dari luasan lahan yang sudah ditetapkan tersebut, 1.000 hektar merupakan kawasan hutan lindung dan lain sebagainya. Oleh karena itu 1.000 hektar sisanya dialihakan pekerjaanya di wilayah Barito Timur, dan saat ini sedang dilaksanakan pengerjaanya.

Meski dalam pelaksanaan dilapangan terjadi berbagai kendala seperti kawasan pembukaan sawah banjir, dan lokasi gambut diatas dua meter sehingga perlu adanya tahapan lanjutan, yakni proses menghilangkan kadar asam.

“Kita optimis perkerjaan tersebut secepatnya selesai sehingga yang dikerjakan ini betul-betul sudah siap tanam, kurang apa lagi Perhatian Pemerintah terhadap para petani kita.” imbuhnya lebih dalam lagi.

Dirinya berharap kepada masyarakat agar betul-bentul memaksimalkan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah, tentunya dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani. Dan tentu kegiatan cetak sawah ini tidak hanya selesai begitu saja, akan tetapi perlu adanya kegiatan pendampingan ke masyarakat lokal dan tradisional kita, agar kedepanya kebutuhan tanam tidak hanya dikonsumsi oleh diri sendiri, tetapi bisa juga bisa memenuhi kebutuhan orang lain melalui jalur bisnis.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Kalteng, Tute Lelo menyampaikan, program cetak sawah ditargetkan Juli 2016 kemarin pelaksanaanya sudah selesai, akan tetapi masih ada waktu sekitar satu bulan lagi untuk menyelesaikan program tersebut. (Arliandie)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...